Pusaran Uang di Perang Formula 1

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Minggu, 15/03/2015 09:46 WIB
Pusaran Uang di Perang Formula 1 Formula 1 hingga saat ini dikenal sebagai salah satu industri olahraga dengan putaran uang paling besar. (Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akhir pekan ini adalah hari besar bagi para insan dan penggemar formula satu (F1). Garis start musim balap 2015 akan diawali dari garis start di sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, Minggu (15/3).

Untuk kedua kalinya dalam 65 tahun sejarah kompetisi dunia balap F1 akan berlangsung selama 20 seri di lima benua. Pertempuran antara para pembalap dan tim konstruktor untuk membuktikan sebagai yang tercepat itu menarik perhatian semua orang.

Pertarungan teknologi terbaru serta pundi-pundi uang menjadikan F1 sebagai salah satu ajang bisnis besar dalam olahraga.


"Ini masih sebuah pertunjukan terbesar… Ini adalah contoh yang baik untuk industri-industri (olahraga) lain. Ini adalah sebuah olahraga yang sangat sehat," kata mantan juara dunia tiga kali F1, Jackie Stewart, seperti dikutip harian International New York Times pada 6 Maret lalu, "Kami adalah industri global."

Pendapatan besar F1 didapat dari hak siar televisi dengan iming-iming 500 juta penonton di seluruh dunia, uang dari iuran penyelenggara grand prix, kecuali GP Monaco, sponsorship dan merchandising.

Misalnya negara tetangga, Singapura, yang membayar sekitar 44 juta poundsterling setahun untuk menjadi tuan rumah grand prix F1. Adapun Malaysia dan Abu Dhabi membayar lebih banyak untuk masuk dalam kalender F1.

Tahun lalu, seperti dilansir BBC, F1 mendapatkan hingga 1,6 miliar poundsterling dari pendapatan komersial--sebanyak 700 juta poundsterling didistribusikan kepada tim-tim F1 tergantung posisinya di klasemen akhir.

Kemudian, ketika berbicara soal iklan, F1 menjadi kue yang sangat menarik bagi tim-tim. Ketika sebuah perusahaan ingin mereknya terpajang--misal di sayap depan mobil F1--ia harus merogoh saku sekitar 16,95 juta poundsterling per musim, dengan tim-tim besar memiliki tarif yang lebih tinggi.

Bagi produsen mobil, balap F1 juga sering dijadikan cara untuk meningkatkan citra mereka. Produsen mobil besar seperti Mercedes, Ferrari, dan Renault bahkan memiliki tim sendiri selain menyuplai mesin mereka untuk tim lain.

Ketika Ferrari mendapatkan beberapa gelar dunia dari Michael Schumacher, citra mobil mereka pun melonjak karena mobil produksi mereka diasosikan sebagai mobil yang cepat dan handal.

Beberapa tim juga disokong secara keseluruhan oleh perusahaan multinational seperti Red Bull. Mengutip Formula Money, perusahaan minuman energi yang kerap mensponsori kegiatan olahraga penuh adrenalin itu menghabiskan hingga US$1,2 miliar untuk menyokong Red Bull Racing dalam satu dekade terakhir.

Pada beberapa tim, pengeluarannya melebihi dari penghasilan yang didapat karena ledakan anggaran dalam membangun teknologi dan membayar SDM di F1.

Tim Lotus merupakan salah satu tim F1  dengan biaya operasional besar. Tim itu memiliki pekerja lebih dari 400 orang di markas mereka yang berada di Oxfordshire, Inggris, untuk menyokong performa dua pembalapnya.

Musim lalu, anggaran tahunan Lotus untuk 19 seri GP adalah 130 juta poundsterling. Kepala Eksekutif tim Lotus Matthew Carter menyatakan jumlah itu kurang dari setengahnya anggaran tim besar seperti Ferrari dan Mercedes. Besarnya biaya untuk balap F1 membuat Lotus pada tahun 2012 dan 2013 telah mengalami kerugian 55,3 juta poundsterling dan 64,9 poundsterling.

Tahun kemarin tim itu telah mencoba untuk memotong anggaran lewat efisiensi. Atas dasar itu, Carter yakin timnya dapat menutup impas pada musim balapan ini.

Selain itu tahun kemarin adalah musim yang menarik secara tim karena Lotus berada di peringkat keempat klasemen konstruktor -- walaupun pembalapnya hanya berada di peringkat delapan klasemen akhir.

Peringkat Tim F1 - Berdasarkan Anggaran Tahun 2014

1. Red Bull dan Ferrari- £250 juta
2. Mercedes dan McLaren - £200 juta
3. Lotus - £130m
4. Williams, Force India, Toro Rosso dan Sauber - £100 juta
5. Marussia - £70 juta
6. Caterham - £60 juta

(vws/vws)