Giampiero Manenti, yang sedang menunggu sidang dengar pendapat terkait kebangkrutan Parma pada Kamis (19/3), dituduh menanamkan uang dengan asal-usul tak jelas.
Parma sendiri tidak bersedia memberikan komentar apapun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, terdapat dugaan bahwa kelompok tersebut "menyediakan dana sejumlah 4,5 juta euro kepada Manenti melalui sistem yang sangat banal dan sederhana," demikian ujar Prestipino pada sesi jumpa wartawan di Roma.
Pemimpin klub Parma ditangkap berdasarkan undang-undang baru tersebut -- yang baru pertama kali digunakan yaitu pada kasus ini.
Selama musim 2014/2015, pemain Parma belum menerima bayaran dan mereka harus mencuci pakaian dan juga menyetir bus tim sendiri. Manenti gagal untuk menepati janjinya membayar para pemain dan staf klub pada pertengahan Februari lalu.
"Kasus ini telah berubah menjadi mimpi buruk," kata kapten tim Alessandro Lucarelli pada Rabu (18/3) lalu kepada La Gazzeta dello Sport. "Saya ingin memahami alasan resmi di balik penahanan ini." (vws)