Duel Balkan di El Clasico

Dika Dania Kardi | CNN Indonesia
Minggu, 22 Mar 2015 17:00 WIB
Duel antara Luka Modric dan Ivan Rakitic sebagai jendral lapangan tengah akan krusial bagi hasil akhir laga El Clasico.
Luka Modric akan bersaing dengan rekan senegaranya, Ivan Rakitic, pada laga El Clasico. (REUTERS/Juan Medina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Zvonimir Boban masih dianggap pengatur serangan paling fenomenal dari negara Balkan, Kroasia. Kini, dua di antara penerus Boban di timnas Kroasia saling bertarung di tanah Spanyol.

Laga El Clasico antara Barcelona dan Real Madrid pada Senin (23/3) dini hari WIB bukan hanya jadi pembuktian klub mana yang lebih hebat. Akan ada pertarungan antara dua gelandang asal Negara Balkan, Ivan Rakitic di Barcelona dan Luka Modric di Real Madrid.

Ivan Rakitic yang berusia dua tahun lebih muda dari Modric --Ivan 27 sementara Modric 29-- adalah andalan di Barcelona.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia disebut menjadi pengganti sang konduktor, Xavi Hernandez, yang mulai memasuki usia senja pesepak bola, yaitu 35 tahun. Sementara Modric yang membela Madrid sejak 2012 lalu merupakan andalan pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, di lini tengah. Ia adalah gelandang yang membawa bola sebelum disodorkan ke trio BBC (Gareth Bale- Karrim Benzema - Cristiano Ronaldo) di depan.

"Ivan akan tumbuh menjadi pemain seperti (Andres) Iniesta, Xavi, dan (Lionel) Messi. Dia sangat dinamis, tetapi permainan individunya harus seimbang dengan gaya tim. Modric lah yang lebih mirip dengan gaya Barca," ujar Boban tentang keduanya seperti dikutip Foufourtwo.

Tusukan dan operan terobosan Modric memang berbahaya. Hal ini telah dibuktikan Modric dalam partai comeback-nya pascacedera melawan Levante pekan lalu. Ia menjadi man of the match dalam pertandingan yang dimenangkan Madrid tersebut.

Skema Serupa

Hal lain yang membuat pertarungan antara Modric dan Rakitic menarik adalah skema kedua tim yang hampir serupa. Barca dan Madrid sama-sama mengandalkan skema 4-3-3 dengan bertumpu pada trio penyerang mereka, trio Latin (Messi-Suarez-Neymar) dan trio Eropa (Bale-Benzema-Cristiano).

Lupakan sejenak pertarungan di lini depan. Di lini tengah, Rakitic dan Modric sama-sama menjadi gelandang sentral di antara tiga gelandang. Modric dan Rakitic sama-sama bertugas mengangkut bola dari bawah ke atas. Dan, sekali-kali menusuk untuk mencetak gol.

Rakitic membuktikan kualitasnya ketajamannya ketika Barcelona menyingkirkan Manchester City dari perdelapan final Liga Champions. Modric juga serupa di partai comeback-nya pasca cedera.

Pada laga melawan Levante, Modric tampil 77 menit dan membantu dominasi penguasaan bola. Berdasarkan catatan Opta, Modric melepas 7 operan dengan tingkat akurasi 93,6 persen. Sayang di laga penuh pertamanya, Madrid dikalahkan Schalke 3-4 pada leg kedua perdelapan Liga Champions di Santiago Bernabeu.

Beruntung, Madrid tetap lolos ke Liga Champions. Setidaknya, Modric masih bisa mengejar trofi Eropa.

Di Barcelona, kehadiran Rakitic yang direkrut dari Sevilla pada jendela musim panas 2014 itu telah mengubah skema tiki-taka di bawah racikan Luis Enrique. Tiki taka modifikasi itu membantu Barcelona mencetak gol menghadapi lawan yang menggunakan taktik gerendel atau parkir bus.

Karakter Berbeda Rakitic versus Modric

Seperti yang diungkap Boban, Rakitic bukanlah playmaker yang gemar dengan umpan-umpan cantik ala tiki-taka. Pria yang mengawali karier
junior di Swiss ini adalah memiliki umpan yang ambisius. Dari belakang ke depan. Itulah strategi yang dilakukan Enrique untuk memodifikasi tiki-taka.

Barcelona memiliki sosok yang sudah biasa dengan umpan-umpan ambisius nan cepat itu yaitu Luis Suarez yang menikmati Liga Inggris bersama Liverpool.

Sepanjang kariernya, Rakitic sudah biasa menjebol gawang Madrid. Secara keseluruhan ia telah tujuh kali bertanding melawan Real Madrid dan mencetak dua gol serta telah menyumbang dua assists.

Sementara itu Modric dikenal dengan operan-operan pendek disertai terobosan yang taktis sejak masih memperkuat Tottenham Hotspur. Modric
yang dibeli Madrid dari Spurs pada 2012 lalu adalah pendulum yang menggantikan peran Xabi Alonso yang hijrah ke Munich.

Modric adalah diktator ritme permainan, dia kerap mendistribusikan bola ke kiri dan kanan dibandingkan umpan jarak jauh.

Sepanjang kariernya, Modric sudah tujuh kali menghadapi Barcelona. Rekam jejaknya adalah empat kali menang, sekali draw, dan dua kali
kalah. Modric belum pernah menjebol gawang Barcelona, namun sudah pernah menyumbang satu assist.

Terima Tugas

Terlepas dari perbedaan karakter permainan, Rakitic dan Modric sama-sama pemain yang patuh. Mereka rela memainkan peran apapun di klub mereka meski dengan status bintang.

Sebelum peran Modric begitu vital, dua musim sebelumnya dia adalah pelapis dan pendukung Xabi Alonso di lini tengah Madrid. Sama pula dengan Rakitic. Sebelum menjadi bintang Barcelona, dia hanyalah pemain pendukung di lini tengah Barcelona.

Dan, musim ini peran keduanya telah berubah jadi pemain bintang yang vital untuk tim masing-masing.

Siapakah playmaker yang paling berbahaya di antara Rakitic dan Modric. Apakah Modric yang dihargai pasar senilai 55 juta euro atau Rakitic yang dihargai lebih murah, 30 juta euro. Persaingan keduanya di lapangan tengah akan membuat el clasico ala Balkan.

(kid)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER