Penghargaan Barcelona pada Para Pelatih

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Minggu, 22/03/2015 18:07 WIB
Penghargaan Barcelona pada Para Pelatih Menghargai dan mempercayai para pelatih yang sedang menukangi tim tersebut diperkirakan menjadi kunci keberhasilan El Blaugrana meraih banyak trofi kemenangan. (Reuters/Gustau Nacarino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menghargai para alumninya tampaknya menjadi kunci Barcelona memenangkan banyak gelar dalam dua dekade terakhir.

Kepercayaan kepada para pelatih menjadi rumus baku Barcelona untuk mencapai kemapanan tim tersebut dengan varian taktik tiki-taka. Dan kepercayaan itu selalu menghasilkan gelar bagi Barcelona. Kini kepercayaan itu diberikan kepada Luis Enrique, mantan kapten yang membelot dari Real Madrid.

Kurun waktu sejak tahun 2000 lalu, Barcelona melakukan pergantian pelatih sebanyak enam kali. Sedangkan Madrid lebih banyak lagi yaitu 12 pelatih. Namun dalam hal prestasi, Barcelona jauh di atas Madrid sejak awal dekade 2000-an.


Hingga saat ini tim itu sudah mengumpulkan 21 trofi. Sementara Madrid pada waktu yang sama meraih 18 trofi. 

Berikut beberapa nama pelatih Barcelona yang merupakan civitas dari klub tersebut sebelumnya.

Johan Cruijff (1988-1996)

Cruijff kembali ke Barcelona pada 1988 sebagai seorang manajer. Selama melatih Barcelona, Cruijff mempersembahkan 11 trofi bagi klub itu. Jumlah itu kelak akan dilewati muridnya yang ia tarik ke tim senior, Pep Guardiola, ketika menjadi pelatih Barcelona.

Cruyff dikenal memiliki kemampuan teknis, kecepatan, akselerasi, serta dribel mumpuni. Karier profesionalnya di lapangan diwarnai berbagai trofi kolektif dan invididual, termasuk tiga Ballon d'Or.

Ia pun merengkuh sukses di dunia kepelatihan bersama Barcelona. Cruyff juga lah yang mencetuskan lahirnya akademi La Masia, yang mengopi sistem pembinaan Ajax, dan tentunya menanamkan unsur total football ke dalam gaya permainan klub.

Pep Guardiola (2008-2012)

Setelah gantung sepatu pada akhir musim 2006, Guardiola alih profesi menjadi pelatih Barcelona B. Ia pun ditemani rekannya sesama lulusan akademi Barcelona B, Tito Villanova.

Tito kemudian menjadi asisten Guardiola ketika mantan pemain sepak bola terbaik di Spanyol itu dipromosikan menjadi pelatih tim utama Barcelona.

Guardiola adalah salah satu pelatih tersukses Barcelona. Selain memperkenalkan gaya bermain tiki-taka, Guardiola mempersembahkan hingga 15 trofi. Ia lalu mundur dari Barcelona dan baru kembali melatih pada awal musim ini untuk tim Bayern Munich.

Tito Villanova (2012-2013)

Mantan pemain gelandang ini tak memiliki karier cemerlang sebagai pesepakbola. Meskipun lulusan dari akademi Barcelona, ia hanya bermain di klub kecil dan menengah.

Namun, Tito yang wafat pada 25 April 2014 itu justru memberi banyak untuk Barca saat menduduki posisi kepelatihan. Ia adalah asisten Guardiola sejak di Barcelona B hingga tim utama.

Tito menjadi penggantinya Guardiola sebagai pelatih utama pada Juli 2012 dengan kontrak dua tahun. Tito hanya menjadi juru taktik selama semusim. Ia mundur karena menderita penyakit kanker yang kemudian mengakhiri perjuangan hidupnya.

Luis Enrique: 2014-sekarang

Luis Enrique yang melatih dari Mei 2014 hingga kini, merupakan bintang Barcelona yang membelot dari Real Madrid. Enrique membela Blaugrana dalam kurun waktu 1996-2004.

Setelah gantung sepatu, pria yang pernah mengenakan ban kapten Barcelona itu lantas mengadu nasib di Italia untuk melatih AS Roma (2011/12). Enrique gagal membawa Roma sehingga ia keluar di akhir musim, meski kontraknya masih tersisa dua tahun lagi.

Enrique lalu pindah ke Celta Vigo (2013-2014), dan terbilang berhasil berprestasi. Ia membuat klub itu finis di urutan kesembilan pada akhir musim. Selain itu, Enrique juga untuk pertama kali
membawa Celta Vigo menang atas Real Madrid 2-0.

Pria berusia 44 tahun itu akhirnya kembali lagi ke Barcelona dengan kontrak dua tahun. Pertandingan debutnya berakhir dengan skor 3-0 atas Elche.

Sempat dikritik sebelum paruh musim ini, di putaran kedua, Enrique membuktikan dirinya pantas menjadi pelatih Barcelona. Kini klub Catalonia itu berada di peringkat pertama dan masih melanjutkan petualangan di Liga Champions.

Menarik dinanti, apakah Enrique akan memiliki peruntungan yang sama dengan para pendahulunya yang berhasil mempersempahkan trofi untuk Klub Catalonia tersebut. (vri)