Balotelli awalnya ingin meluapkan emosi ke Smalling. Namun, badan penyerang asal Italia itu ditarik dua suporter Liverpool. Ketegangan antara Balotelli dengan Smalling pun bisa dicegah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya takut dia diusir wasit. Saya bisa melihat dari bahasa tubuh Balotelli, dia ingin bereaksi, dan saya tahu dia sudah mendapatkan kartu kuning," ujar Leatherbarrow seperti dilansir Daily Mirror.
Leatherbarrow menyaksikan pertandingan Liverpool melawan MU bersama temannya, Peter, yang merupakan seorang polisi.
"Peter, pria yang duduk di sebelah saya, membantu saya. Dia seorang polisi dan terkadang bertugas di Anfield saat hari pertandingan," ucap Leatherbarrow.
Harapkan kostum Balotelli
Tindakan Leatherbarrow mendapat pujian. Pasalnya, Liverpool sudah tampil dengan 10 pemain setelah Steven Gerrard mendapat kartu merah ketika babak kedua berjalan 40 detik.
Leatherbarrow merupakan salah satu pemegang tiket musiman Liverpool dalam tujuh tahun terakhir. Namun, ini adalah musim terakhir pria berkepala pelontos itu memiliki tiket musiman Liverpool.
"Akhir musim panas ini saya dan keluarga akan pindah ke Melbourne. Saya tinggal memiliki empat pertandingan di Anfield, dan berharap Liverpool bisa ke semifinal dan final Piala FA," tegas Leatherbarrow.
Harapan terakhir Leatherbarrow sebelum pindah ke Australia adalah mendapatkan kostum Balotelli untuk putranya, Daniel.
"Putra saya sembilan tahun, Daniel, penggemar Liverpool dan saya ingin mendapatkan kostum Balotelli untuknya," ucap Leatherbarrow.
Balotelli sendiri mengapresiasi tindakan Leatherbarrow. Melalui akun Facebook miliknya, penyerang 24 tahun itu mengaku senang mendapat dukungan dari suporter.
"Meski sudah memberikan segalanya, hasil pertandingan tidak memihak kami. Tapi, satu hal yang pasti: Saya tidak sendirian di lapangan. YNWA," tulis Balotelli melalui Facebook. (har/har)