FIFA, seperti diberitakan Reuters, 19 Februari lalu mengirim surat kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang mengingatkan lembaga itu bahwa anggota asosiasi FIFA harus mengatur kegiatannya secara independen tanpa pengaruh dari pihak ketiga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu FIFPro meminta Kemenpora memastikan agar aturan PSSI sesuai dengan regulasi FIFA, mendorong pembentukan dewan penyelesaian peselisihan sepakbola nasional di Indonesia, dan meminta kontrak pemain Indonesia mematuhi persyaratan kontrak minimum yang disetujui FIFA dan FIFPro.
“Menteri, Anda mendapat dukungan kami untuk sikap berani Anda yang bukan hanya akan menguntungkan pemain, tapi juga menjamin keberlangsungan dan tata kelola baik dalam sepak bola Indonesia,” tulis FIFPro dalam surat yang ditandatangani Ketua FIFPro Asia, Brendan Schwab.
Kongres FIFPro Asia yang digelar di Melbourne, Australia, 30-31 Maret 2015, menyoroti kisruh pelaksanaan kick off LSI. Kongres FIFPro Asia secara terbuka mendukung rekomendasi BOPI untuk menunda gelaran ISL hingga semua klub dapat memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia, yakni klub harus memiliki badan hukum jelas, membayar pajak sesuai aturan, dan membayar semua gaji pemain tanpa tunggakan.
Untuk diketahui, Arema dan Persebaya masuk kategori C dalam verifikasi BOPI karena terkendala masalah legalitas, yaitu dualisme kepemilikan.
(agk)