Menurut harian Singapura, The New Paper, empat pegawai SSB yang belum menerima gaji sedang mempersiapkan tuntutan terhadap Kicker. Media tersebut juga mengabarkan bahwa Kicker pun berhutang kepada Servcorp Singapore, pemilik gedung yang disewa Kicker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang mantan pelatih di sekolah tersebut, Richard Harris, berkata bahwa pesan singkat dan teleponnya kepada Direktur Umum Kicker tidak membuahkan hasil.
Sekolah sepak bola yang terafiliasi dengan klub besar Eropa sendiri sempat menjadi bisnis menjamur di Singapura. Bahkan biaya masuk untuk SSB tersebut bisa mencapai ribuan dolar Singapura.
Namun salah seorang orang tua siswa di SSB Juventus mengatakan bahwa pengalaman ini membuat mereka berpikir ulang untuk melanjutkan di SSB tersebut, meski telah membayar S$1200 di muka.
"Ini tidak baik untuk Juventus dan bahkan memalukan nama tim tersebut. Kami membayar di muka untuk enam bulan dan saya ragu akan terus mendaftarkan anak saya di tempat ini." (vws)