Cambiasso diakui berpengaruh besar pada kesuksesan Leicester terhindar jurang degradasi musim ini, sehingga tim sangat berharap ia bisa kembali membela mereka musim depan untuk mencapai target yang lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sedang mengadakan diskusi," kata Pearson. "Kami sangat ingin ia menjadi bagian kami tahun depan. Sepanjang musim ini ia telah membuktikan bahwa ia bisa melakukan banyak hal, bahkan dalam usia seperti itu."
Tim tuan rumah mengendalikan penuh pertandingan itu dan mendapatkan gol kedua sebelum turun minum lewat Marc Albrighton. Leicester kemudian menambah dua gol hanya dalam dua menit di babak kedua, yaitu lewat Leonardo Ulloa di menit ke-51. Lalu, Cambiasso mendapatkan momen terbaiknya di laga tersebut ketika mengoyak gawang QPR dan lalu menunduk untuk memberikan penghormatan kepada penonton.
Manajer QPR, Chris Ramsey, tidak senang dengan mudahnya Leicester mendapatkan kemenangan besar. Ia pun tampaknya akan pasrah jika kehilangan penyerang andalannya, Charlie Austin, setelah QPR terdegradasi ke Championship.
"Ini sangat mengecewakan," katanya. "Beberapa kesalahan dalam bertahan sangat mendasar." (vws)