Ia kemudian menuturkan pilihan yang bisa diambil Menpora, yaitu yang pertama tetap dengan kondisi saat ini, sementara yang kedua adalah dengan merevisi surat sanksi namun memperkuat posisi Tim Transisi, dan pilihan ketiga adalah mencabut surat tersebut sepenuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imam juga mengatakan bahwa Jusuf Kalla menginginkan agar SK sanksi dicabut, sementara Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenpora.
"Kami harus kaji kembali terkait tata kelola ini dan kami akan lebih seriusi lagi agar ke depannya prestasi sepak bola kita membanggakan dan tidak memalukan," kata Imam yang tidak memberikan kepastian waktu pengambilan keputusan terkait SK sanksi.
Meski demikian, Imam menegaskan bahwa pertemuan dengan Jokowi tidak membahas kata sepakat atau tidak dengan keputusan Wapres.
"Kami tidak bicara sepakat atau tidak sepakat. Beliau concern melakukan pembenahan sepak bola, jangan lagi takut-takut untuk masa depan Indonesia.
Sementara itu, Deputi V Kemenpora Gatot Dewa Broto menegaskan bahwa Jokowi pun menginginkan penyelesaian permasalahan ini secepatnya.
"Sesegera mungkin. Tadi beliau mengatakan harus sesegera mungkin dan beliau juga meminta kepastian. Tapi beliau tidak ingin dipertentangkan dengan pak JK, beliau tahu yang disampaikan pak JK wajar. Intinya sama-sama untuk penyelesaian, mungkin sudut pandang saja agak berbeda."
"Yang disebutkan pak Jokowi itu pada yang lebih mengakar, masalah bola secara keseluruhan. Jadi persoalan sepak bola kan bukan semata persoalan menang dan kalah tapi multidimensinya yang di dalamnya apa saja, itu yang menjadi penekanan pak Jokowi." (vws)