Peringatan merah sendiri adalah peringatan untuk negara-negara anggota Interpol terhadap adanya orang-orang yang dicari secara internasional.
Mereka yang diberi peringatan merah adalah mantan petinggi FIFA, yaitu mantan wakil presiden FIFA, Jack warner, mantan presiden CONMEBOL, Nicolas Leoz dan juga empat petinggi perusahaan media dan promosi olahraga karena tuduhan korupsi dan terlibat dalam kejahatan terorganisir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam beberapa tahun terakhir, Warner dan Leoz sendiri menjadi sosok kontroversial dalam dunia sepak bola.
Dari keempat belas orang tersebut, tujuh ditangkap di Zurich, Swiss, sementara Nicolas Leoz dipenjara di rumah oleh pihak otoritas Uruguay.
Nama-nama lain yang masuk dalam peringatan merah Interpol adalah Alejandro Burzaco pemimpin dari Torneos y Competencias, Hugo Jinkis dan Mariano Jinkis, pemimpin dari Grup Full Play, sementara yang keempat adalah Jose Margulies.
Keempat orang tersebut berasal dari Amerika Selatan, dengan Margulies berasal dari Brasil dan tiga sisanya dari Argentina.
"Peringatan merah adalah salah satu cara Interpol untuk memberi tahu kepada negara-negara anggota bahwa perintah penangkapan telah dikeluarkan oleh otoritas hukum tertentu dan mereka sedang mencari lokasi tertuduh untuk menangkap atau mengekstradisi mereka."
"Peran Interpol adalah untuk membantu kepolisian nasional dalam mengidentifikasi atau mencari para tertuduh untuk diekstradisi, Peringatan merah bukanlah perintah penangkapan internasional, dan Interpol tidak bisa memerintahkan negara anggota untuk menangkap seseorang atas alasan peringatan merah." (vws)