Dalam tuntutan tersebut, DIS menyebut nama Barcelona, mantan presiden Barca Sandro Rosell, presiden Barca saat ini Josep Maria Bartomeu, Neymar, ayah Neymar, Santos, dan dua petinggi klub Santos, sebagai tertuduh demikian menurut pernyataan pengadilan yang dirilis ke publik pada Rabu (17/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa jam setelah rilis pengadilan, Barca memberikan pernyataan bahwa mereka telah "bertindak sesuai hukum" dan menolak tuduhan tersebut.
Namun, ini pertama kalinya nama Neymar dijadikan tertuduh dalam kasus hukum yang terkait dengan proses kepindahannya.
Bartomeu merupakan wakil presiden ketika Rosell memimpin Blaugrana, atau ketika Neymar pindah pada 2013 lalu melalui proses rumit yang melibatkan multi-kontrak antara sang pemain dan ayahnya.
Pada kasus pertama, Bartomeu, Rosell --yang undur diri karena tuduhan kasus pajak itu-- dan juga klub dituduh telah menggelapkan pajak senilai 13 juta euro.
Jaksa menuntut hukuman penjara dua tahun tiga bulan untuk Bartomeu dan tujuh setengah tahun untuk Rosell, beserta denda dan penggantian pajak yang jika ditotal mencapai 60 juta euro.
Penyelidikan kasus pajak tersebut dilakukan setelah anggota klub mempertanyakan nilai transfer Neymar. Semula, Barca berkata mereka membayar 57,1 juta euro namun di kemudian hari mengaku bahwa nilai transfer sebenarnya mencapai 100 juta euro. (vws)