"Saya harus mengatakan bahwa saya memang pernah menangis saat melihat Murray memenangi Wimbledon," ujar Mourinho seperti dikutip dari Telegraph.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mourinho kemudian memberikan alasan mengapa dirinya terharu melihat kemenangan Murray.
"Final itu lebih dari sekedar pertandingan dan lebih dari sekedar turnamen. Murray berhasil memecahkan belenggu psikologis para penggemar tenis Inggris selama ini," tutur Mourinho merujuk pada keberhasilan Murray menjadi juara Wimbledon setelah tak ada petenis Inggris yang mampu melakukannya dalam kurun waktu 77 tahun.
"Saya merasa bahwa itu adalah hari terbaik bagi dirinya dan saya ikut bahagia bersamanya dari tempat saya menyaksikan," ucapnya melanjutkan.
Secara umum, Mourinho pun memuji jajaran petenis elit yang ada di dunia saat ini.
"Dalam tenis, mereka seperti selalu berada dalam kondisi adu penalti sepanjang hari."
"Setiap poin harus mereka perjuangkan secara mati-matian dan para petenis tersebut sangatlah fenomenal karena mereka harus sangat kuat secara mental untuk bisa melakukannya," kata Mourinho menilai. (ptr/ptr)