Mancini mulai menangani Inter pada tahun 2004 dan di sana Mancini mulai mengubah Inter kembali menjadi tim besar di Italia. Namun setelah memberikan tiga titel Scudetto, Mancini secara mengejutkan dipecat oleh Massimo Moratti.
"Saya sama sekali tidak menyangka bahwa saya akan dipecat oleh Inter."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu Moratti disebutkan menginginkan prestasi yang lebih dari sekedar menjadi Raja Italia. Moratti ingin Inter menjuarai Eropa dan untuk itulah ia memilih Mourinho sebagai pengganti Mancini.
"Fase melatih di Inter adalah salah satu fase penting dalam karier saya," ucap Mancini.
Meski demikian, Mancini tak menampik bahwa ia tetap iri terhadap pencapaian Mourinho yang sukses memenangi treble winners bersama Inter di musim keduanya sejak ia menggantikan Mancini.
"Mourinho pelatih yang hebat dan sangat alamiah jika saya mengatakan bahwa saya iri terhadap pencapaian treble yang dibuat Mourinho bersama Inter."
Kini, Mancini kembali ke Inter. Namun Inter saat ini bukanlah Inter di pengujung dekade 2000-an yang begitu dominan di Italia. Inter saat ini masih berjuang untuk bangkit dan menjadi penantang serius perebutan titel juara.
"Saya tidak pernah menyangka bakal kembali ke Inter karena saya lebih berpikir mendapatkan tawaran dari luar negeri dibandingkan kembali ke Italia," kata mantan pelatih Manchester City dan Galatasaray ini.
"Perkembangan tim Inter saat ini amat pesat, melebihi perkembangan tim yang pernah saya tangani sebelumnya," ujar Mancini yang baru kembali menangani Inter pada akhir tahun 2014 ini. (ptr/ptr)