Akibatnya, wasit menghentikan laga tersebut, sementara para pendukung Arab Saudi langsung meninggalkan stadion.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ultras Malaya sendiri membuat kericuhan sebagai bentuk protes terhadap FAM menyusul kekalahan 0-10 dari Uni Emirat Arab pekan lalu. Kekalahan yang membuat pelatih Dollah Salleh mundur.
Menanggapi hal itu, FAM pun melakukan serangan balik berupa kecaman dan tuntutan tindakan tegas terhadap kelompok suporter tersebut.
Deputi FAM, Datuk Mokhtar Ahmad, menegaskan bahwa insiden penghentian pertandingan tersebut telah merusak citra sepak bola Malaysia.
Apakah 'Ultras Malaya' badan resmi yang terdaftar, atau kah aliansi yang longgar dari para penggemar?Datuk Mokhtar Ahmad |
Ia juga heran mengapa polisi bisa kebobolan dari para ultras yang sukses membawa suar dan kembang api ke dalam stadion.
"Hanya ada sepuluh ribu penonton di stadion, tapi petugas keamanan tidak bisa mengendalikan mereka," kata Mokhtar seperti dikutip dari media lokal, New Straits Times. "Lebih baik polisi memberikan penjelasan."
Selain itu, Mokhtar juga mempertanyakan posisi Ultras Malaya dalam sepak bola Malaysia.
"Saya tak tahu apa motif mereka. Apakah 'Ultras Malaya' badan resmi yang terdaftar, atau kah aliansi yang longgar dari para penggemar? FAM harus bertemu dengan mereka dan menyelesaikan permasalahan ini." (kid)