Kapten Futsal Iran Dilarang Tanding oleh Suami
Martinus Adinata | CNN Indonesia
Rabu, 16 Sep 2015 22:31 WIB
Teheran, CNN Indonesia -- Kapten timnas perempuan futsal Iran, Niloufar Ardalan, batal membela negaranya di turnamen futsal Asia. Penyebab perempuan berusia 30 tahun itu tak mengikuti turnamen yang digelar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) adalah ia tidak mendapat restu dari suaminya.
Seperti dilansir Fox News, Ardalan dilarang tampil di turnamen internasional karena suaminya, Mehdi Toutounchi, meminta tetap di rumah untuk menemani anak mereka yang baru akan masuk sekolah.
Toutounchi dikenal sebagai seorang jurnalis olahraga di Iran.
"Suami saya tidak memberikan (izin memperbaharui) paspor saya, sehingga saya tidak dapat berpartisipasi di pertandingan itu," ujar Ardalan saat diwawancara Nasimonline.
"Saya berharap otoritas akan memberikan solusi yang memungkinkan atlet wanita mempertahankan hak mereka dalam situasi seperti ini."
Dalam hukum Islam yang diterapkan di Iran, perempuan yang telah menikah memang membutuhkan izin dari suaminya untuk memperbaharui paspor mereka.
Kisah Ardalan itu kemudian menjadi perdebatan di dunia maya Iran. Mayoritas dari komentar yang mungul menyatakan permasalahan keluarga seharusnya tetap berada di ranah pribadi.
Di sisi lain, mereka yang mendukung agar Ardalan dapat membela Iran di turnamen yang akan digelar mulai 21-26 September di Malaysia. Mereka yang mendukung Ardalan pun meminta kesamaan hak antara perempuan dan pria di Iran. (kid/kid)
Seperti dilansir Fox News, Ardalan dilarang tampil di turnamen internasional karena suaminya, Mehdi Toutounchi, meminta tetap di rumah untuk menemani anak mereka yang baru akan masuk sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap otoritas akan memberikan solusi yang memungkinkan atlet wanita mempertahankan hak mereka dalam situasi seperti ini."
Kisah Ardalan itu kemudian menjadi perdebatan di dunia maya Iran. Mayoritas dari komentar yang mungul menyatakan permasalahan keluarga seharusnya tetap berada di ranah pribadi.
Di sisi lain, mereka yang mendukung agar Ardalan dapat membela Iran di turnamen yang akan digelar mulai 21-26 September di Malaysia. Mereka yang mendukung Ardalan pun meminta kesamaan hak antara perempuan dan pria di Iran. (kid/kid)