Dalam surat balasan yang ditujukan untuk La Nyalla Mattalitti sebagai presiden PSSI tersebut, FIFA memutuskan untuk menunjuk Kohzo Tashima (Anggota Komite Eksekutif FIFA dan Wakil Presiden Asosiasi Sepak-bola Jepang) untuk memimpin sebuah delegasi gabungan FIFA dan AFC ke Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait kedatangan FIFA itu, Azwan berharap dapat mengatur agenda untuk mempertemukan FIFA, PSSI, dan Pemerintah Indonesia dalam hal ini Presiden Joko Widodo serta Kemenpora, sebelum Komite Eksekutif FIFA menggelar pertemuan berikutnya pada Desember mendatang.
Azwan mengaku belum tahu pokok pembicaraan jika pihak-pihak tersebut dapat dipertemukan. Namun ia menduga FIFA akan menyampaikan mengenai Rules Regulations dari masing-masing badan terkait.
"Kami (PSSI) akan menjelaskan soal pembekuan, kompetisi, dan sebagainya," ucap Azwan.
"Tapi kalau tidak jadi bertemu, saya tidak tahu lagi deh. Kami (PSSI) bukan tidak ada gerakannya selama ini. Kita selalu laporan ke FIFA atau AFC, ini pula komunikasi yang kami coba bangun dengan pemerintah."
Azwan mengatakan bahwa FIFA dan AFC diperkirakan mengunjungi Indonesia selama tiga hari.
Dihubungi secara terpisah, juru bicara Kemenpora Gatot S. Dewa Broto menyampaikan belum ada perkembangan lebih lanjut soal pertemuan tersebut. Ia pun tak mempermasalahkan jika agenda kunjungan singkat FIFA dan AFC akan dirancang nanti.
"Silahkan saja mereka bertemu dengan siapapun," ujar Gatot singkat.
(vws)