"Selama waktu tersebut, para individu itu dilarang terlibat dalam setiap aktivitas sepak bola baik di level nasional maupun internasional," demikian pernyataan Komite Etik FIFA yang dikutip dari Reuters, Kamis (8/10).
Selain dua tokoh sepak bola tersebut, Komite Etik juga meskors Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke dalam waktu yang sama pula. Valcke sebelumnya pada pertengahan September lalu telah dinonaktifkan dari fungsinya sebagai Sekjen FIFA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan yang diketuk palu dewan komite etik yang dipimpin hakim asal Jerman, Hans-Joachim Eckert itu secara dramatis semakin memperdalam krisis FIFA yang melibatkan para pejabat terasnya.
Sebelumnya Blatter diselidiki atas kasus dugaan penjualan hak siar Piala Dunia 2010 dan pembayaran 'uang misterius' kepada presiden UEFA saat ini, Michel Platini, sebesar 1,3 juta poundsterling.
Dan, skors 90 hari merupakan hukuman terberat yang bisa dijatuhkan Komite Etik FIFA jika sedang terjadi penyelidikan. Komite Etik FIFA berharap skors itu bisa membuat Kejaksaan Agung Swiss lancar dalam melakukan penyelidikan.
Sebelumnya Jaksa Agung Swiss telah menjelaskan posisi Platini--yang juga berminat menggantikan Blatter sebagai Presiden FIFA--diwawancara sebagai saksi atas investigasi yang dilakukan.
Sebelum keputusan Komite Etik FIFA dibuat, Platini menyatakan dia akan melakukan banding atas segala keputusan yang dijatuhkan kepadanya. Ia pun mengecam situasi FIFA saat ini. (kid/kid)