Emami terlihat berpegangan pada mobil tim saat dirinya tertinggal jauh. Keputusan tersebut dibuat setelah juri dari Union Cycling International (UCI) dapat membuktikan kecurangan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat sendiri saat ia berpegangan dengan mobil timnya itu," kata salah satu juri UCI, Thierry Diederen.
Terkait rumor banyaknya kecurangan semacam itu di gelaran Tour de Singkarak ketujuh ini, Diederen punya sikap sendiri.
"Kalau tidak ada bukti, atau saya tidak melihat sendiri, bagaimana bisa membuat keputusan serupa?" ujarnya.
Sebelumnya, pelatih tim Pegasus Continental Cycling Team, Wawan Setiobudi mengaku melihat sendiri banyak tim melakukan kecurangan.
"Banyak yang mendorong pebalapnya. Saya lihat sendiri kok, tapi mau bagaimana lagi," kata Wawan kepada CNN Indonesia, Rabu (7/10).
Wawan sendiri menerima saat juri memberi penalti kepada salah satu pebalapnya, Agung Ali Sahbana. Agung dinilai berpegangan pada mobil tim.
"Waktu itu Agung sedang kram, kami minta dia pegangan supaya kakinya bisa disiram," kata Wawan. "Tapi ya biarlah." (kid/kid)