Pebalap tim Tabriz Petrochemical Team (Iran) ini memimpin di posisi pertama dengan catatan waktu 3:27:14 dan ditemani rekan satu timnya, Amir Kolahdozhagh, yang finis di posisi ketiga terpaut satu menit dan mencatatkan waktu 3:28:14.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pishgaman menegaskan akan berusaha maksimal mengamankan jersey kuning tetap berada di tangan timnya.
Sedangkan pebalap sprinter terbaik yang meraih jersey hijau masih diraih Hossein Askari. Askari sempat terjatuh dengan luka cukup parah.
"Luka saya ini membuat balapan tadi semakin berat. Tanjakannya luar biasa, tapi saya memang tak sedikitpun ingin menyerah," kata Askari kepada CNN Indonesia, Sabtu (10/10).
Askari memperlihatkan luka-luka yang dideritanya. Ada di bagian siku, paha, dan panggul kanan dengan luka yang menganga cukup besar.
"Saya juga tetap akan turun membalap besok. Hari terakhir, saya harus tetap bisa melakukan yang terbaik bagi tim."
Amankan Klasemen Asean
Sementara itu pebalap Indonesia masih belum mampu tampil optimal di gelaran bergengsi ini. Tim andalan, Pegasus Continental Cycling Team masih jauh tertinggal.
Meski begitu, mereka masih berhasil mendominasi untuk kawasan Asean dan Indonesia. Dadi Suryadi menjadi jawara Indonesia dan Asean dengan mencatatkan akumulasi waktu 27 jam 08 menit dan 12 detik, sementara di klasemen sementara Dadi berada di peringkat 12.
"Berat bersaing dengan Iran. Saya tadi hanya berusaha menjaga kepimpinan di tingkat Asia Tenggara saja dulu," kata Dadi.
(vws)