Hal inilah yang harus kembali ditunjukkan oleh Rossi di Philip Island, Australia akhir pekan nanti. Ia harus mampu mengatasi banyaknya tekanan yang datang, baik itu dari Lorenzo yang merupakan rival utama maupun pebalap lainnya yang tak ingin jadi penghias lomba di sisa tiga seri musim ini. Selain Australia, MotoGP musim ini masih menyisakan GP Malaysia (25 Oktober) dan GP Valencia (8 November).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hal itu tidak begitu saja didapat Rossi dengan mudah. Ia harus melalui perlombaan yang sulit dan baru berhasil mendahului Lorenzo di pengujung lomba.
"Sulit untuk terus mempertahankan konsentrasi karena sedikit saja lengah bisa berujung pada kesalahan," tutur Rossi seperti dikutip dari Daily Star.
Rossi kemudian menceritakan bagaimana perjuangannya mengejar Lorenzo saat trek mulai mengering.
"Situasi kemudian menjadi sulit ketika lintasan mulai mengering. Ban yang saya gunakan mulai tak bisa dikontrol sepenuhnya dengan baik."
"Rasanya saya seperti mengendarai perahu di lautan karena motor seolah bergerak ke segala arah," ucap Rossi.
Di saat ia harus memacu motornya untuk mengejar Lorenzo, Pedrosa justru muncul dan merebut posisi dua darinya. Hal itu makin membuat Rossi dilanda tekanan yang besar.
"Saat itu situasi yang sulit bagi saya karena bila Pedrosa ada di depan saya dan Lorenzo juara, maka itu berarti saya kehilangan selisih sembilan angka dari Lorenzo."
"Setiap saya memacu gas, ban depan saya serasa tak mau mengikuti keinginan saya. Jelas perlombaan yang sulit dan penuh tekanan," tutur Rossi.
Meski tertekan sepanjang perlombaan, Rossi akhirnya sukses mendapat hasil manis setelah Pedrosa mampu menyusul Lorenzo dan ia pun berhasil mendahului rekan setimnya itu. Hal itulah yang harus kembali dipertahankan Rossi di sisa balapan musim ini. (ptr/ptr)