"Waktu krisis di FIFA ini adalah kesempatan untuk perubahan yang positif," kata Pangeran Ali seperti dikutip dari Reuters. "Banyak ide-ide bagus telah muncul dalam diskusi saat ini mengenai masa depan FIFA."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilihan untuk menggantikan Blater dijadwalkan digelar pada 26 Februari, tapi FIFA berencana untuk menundanya dalam pertemuan krisis komite eksekutif di kantor pusat FIFA, Zurich, Minggu (18/10).
Ketika itu Pangeran Ali memaksa putaran kedua pemilihan digelar setelah mendapat 73 suara. Namun, Pangeran Ali memutuskan mundur di putaran kedua setelah menyadari kalah jauh dari Blatter (133 suara) di putaran pertama.
Pangeran Ali merupakan kandidat pertama yang mendaftar sebagai calon Presiden FIFA. Kandidat lainnya, Michel Platini, yang saat ini menjabat sebagai Presiden UEFA sedang menjalani hukuman dari FIFA.
FIFA membuka waktu pendaftaran hingga 26 Oktober mendatang. (har)