"Tidak ada. Karena penjualan tiket ke Bandung pun sudah kita buka dari 90 hari sebelumnya, sistemnya sekarang sudah seperti itu. Untuk keberangkatan hari H, kita (pihak stasiun) tidak bisa melayani karena sudah habis tempat duduknya. Jadi susah dapat tiket kalau langsung beli hari H."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ridwan juga mengabarkan selama jangka waktu tersebut, tidak ada pembelian tiket secara rombongan. Karena jika demikian, pembelian tiket harya melalui suatu perusahaan.
"Kita malah dapat informasi dari Koordinator wilayah Cikampek sampai dengan Karawang, Bobotoh menggunakan bus menuju Jakarta dari jam 9 sebanyak 20 bus."
Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, di dalam Stasiun Jatinegara terlihat belasan polisi berjaga-jaga untuk antisipasi gelombang suporter sepak bola dari Bandung. Ridwan menuturkan bahwa ini adalah pertama kalinya stasiun diberi pengamanan ketat untuk sepak bola.
Meski tidak seketat pengamanan sewaktu lebaran, pihak stasiun sudah siap dengan segala kondisi terburuk. Ridwan menyampaikan bahwa Stasiun Jatinegara memiliki bantuan keamanan operasional marinir 4 orang, polres 5 orang, polisi khusus kereta api 4 orang, polisi keamanan dalam stasiun 8 orang, dan komando resort militer 4 orang, untuk berjaga di dalam stasiun.
Sementara di luar stasiun juga sudah disiapkan anggota dari Polda 100 orang, dan polsek 30 orang. "Tidak apa-apa, untuk antisipasi kan tidak ada salahnya. Memang kondisinya seperti ini," tutur Ridwan.
"Orang mau nonton sepak bola kok susah. Sudah bukan musimnya nonton bola dibayangi rasa takut, buat apa bentrok. Rugi," kata Ridwan berpesan. (ptr/ptr)