Namun hari ini, seperti dilansir MotorCycleNews, Direktur Tim Yamaha MotoGP Massimo Meregalli menyatakan telah menerima informasi tentang penolakan banding Rossi.
Meregalli mengatakan antusiasme penggemar MotoGP menyaksikan perebutan juara antara dua pebalap Yamaha justru dibuyarkan pebalap lain. Pebalap lain itu merujuk kepada Marquez yang membalap untuk tim Repsol Honda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden antara Rossi dan Marquez itu mengundang prokontra dari publik MotoGP.
"Pihak penyelenggara (Dorna) adalah Spanyol dan mereka terus membiarkan Marquez mengganggu Valentino, seperti halnya di Australia. Saya menganggap ini adalah masalah penting," kata Graziano seperti dikutip dari La Gazzetta dello Sport.
Sementara itu rekan satu tim Rossi, Jorge Lorenzo, malah ikut menyudutkan pebalap asal Italia tersebut. Lorenzo bahkan menyatakan seharusnya Rossi mendapatkan hukuman terberat yakni didiskualifikasi dari balap (MotoGP Malaysia) dan tak mendapat poin sama halnya Marquez yang terjatuh.
Baik Rossi dan Marquez pun sudah angkat bicara mengenai insiden yang menimpa keduanya. Tentu saja mereka mengungkapkan dari sudut persepektif pribadi kepada wartawan.
Marc Marquez pernah mengidolakan Valentino Rossi ketika masih kecil. (dok Twitter/@BPauwels) |
Marc Marquez pernah mengidolakan Valentino Rossi ketika masih kecil. (dok Twitter/@BPauwels)