Rossi mendapat hukuman setelah dinyatakan bersalah oleh direktur balap MotoGP, Mike Webb, atas tindakannya menendang pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, hingga ketujuh saat balapan MotoGP Malaysia berjalan tujuh lap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apapun yang terjadi, karena mengenal dia, situasi ini justru akan membuatnya semakin termotivasi untuk kembali dan berusaha mendapatkan musim yang sulit dilupakan seperti ini," ujar Jarvis seperti dilansir Crash.net.
"Ingat, musim belum berakhir. Dia masih punya keunggulan tujuh poin. Semuanya bisa terjadi dalam balapan. MotoGP sangat kompetitif. Lorenzo punya peluang lebih besar, tapi dia masih tertinggal tujuh poin," ucap Jarvis.
Mengenai keputusan Yamaha yang tetap melakukan banding terhadap sanksi Rossi, Jarvis mengatakan timnya punya kewajiban untuk membela pebalapnya.
"Tugas kami adalah melindungi pebalap. Meski kami tidak menampik gerakan Rossi adalah sesuatu yang tidak kita lihat di MotoGP, secara bersamaan hukuman Rossi terlalu berlebihan, terutama Rossi bukan pebalap yang bikin banyak masalah," ujar Jarvis.
Usaha Yamaha untuk melakukan banding telah ditolak pihak FIM, Rossi pun harus start dari posisi terakhir di MotoGP Valencia, Spanyol, pekan depan. (har/har)