"Pada 2010 kami memiliki diskusi mengenai Piala Dunia dan memutuskan dua hal penting. Piala Dunia (2018) akan dilangsungkan di Rusia karena Rusia tak pernah menyelenggarakannya," ujar Blatter kepada media Rusia, TASS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, alih-alih AS yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, justru Qatar yang akhirnya terpilih dan menimbulkan banyak kontroversi.
"Semua berjalan lancar hingga Sarkozy datang ke rapat dengan pemimpin Qatar. Kemudian setelah makan siang dengan Platini, ia mengatakan Qatar akan menjadi tuan rumah. Itu semua mengubah rencana awal," kata Blatter.
Menurut Blatter dalam sebuah pengambilan suara rahasia, empat suara dari Eropa tak memberikan dukungan mereka kepada AS sehingga kedudukan menjadi 14 : 8 untuk Qatar.
"Jika empat suara itu tetap ke AS, kedudukannya akan menjadi 12 : 10 dan AS akan menyelenggarakan Piala Dunia," ujar Blatter menambahkan.
"Kemudian kami hanya akan membicarakan mengenai betapa indahnya Piala Dunia 2018 di Rusia dan tidak akan pernah membicarakan masalah di tubuh FIFA." (kid/kid)