Amerika Serikat lah yang pertama kali menguaknya, lalu Swiss--negara yang menjadi markas FIFA--pun melakukan investigasi. Hasil investigasi otoritas Swiss itu lantas mengakibatkan Presiden FIFA Sepp Blatter, yang berjanji akan menyerahkan mandat tahun depan, diskors Komite Etik FIFA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sedang menginisiasi sebuah proses pengamatan," kata juru bicara kantor kejaksaan Frankfurt Nadja Niesen.
Penyelidikan itu sendiri digelar setelah majalah Jerman, Der Spiegel, pada Jumat (16/10) memublikasikan laporan dana yang digunakan untuk membeli suara pendukungan tuan rumah pada 2000 silam.
Majalah berita yang telah terbit sejak dasawarsa 1970an itu melaporkan ada dana senilai 6,7 juta euro yang digunakan Jerman untuk membeli suara di FIFA kala penentuan tuan rumah Piala Dunia 2006.
Dana jutaan euro itu merupakan pinjaman dari CEO Adidas sebelumnya, Robert Louis-Dreyfus. Laporan Der Spiegel itu menyatakan dibuat berdasarkan dokumen internal di Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB).
Kala itu Komite Pemenangan Jerman untuk tuan rumah Piala Dunia dipimpin legenda sepak bola Jerman Franz Beckenbauer (ketua) dan Presiden DFB saat ini Wolfgang Niersbach (wakil ketua).
Baik Beckenbauer, Niersbach, maupun DFB telah menyangkal pemberitaan Der Spiegel dan menyatakannya tak berdasar. Der Spiegel disebut tak memiliki bukti cukup untuk mendukung klaim tersebut.
DFB menyatakan akan melakukan investigasi sendiri dan menyatakan tak ada hal yang melanggar aturan dilakukan untuk memenangkan tuan rumah Piala Dunia 2006. Namun, DFB mengakui sedang menginvestigasi pembayaran hingga 6,7 juta euro dari komite ke FIFA. (kid/kid)