Sejak merebut gelar Piala Eropa 2008, sepak bola meroket tajam. Selain membuat gaya permainan tiki taka terkenal, pesepakbola asal Spanyol juga semakin laku di pasaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raul memang bukan pemain terbaik di eranya atau mega bintang seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Mantan kapten Real Madrid itu juga tidak pernah merebut gelar bersama timnas Spanyol. Namun, jika berbicara Spanyol sebelum era 2008, maka sepak bola Negeri Matador itu 'hanya' memiliki Raul.
Tak Tergantikan
Anda yang tumbuh di era 1990an dan 2000an, pasti setuju sepak bola Spanyol hanya bergantung pada Raul sebelum menjadi raja Eropa dan dunia. Penyerang 38 tahun itu merupakan sosok tak tergantikan, baik di Real Madrid dan timnas Spanyol.
Nama-nama Fernando Hierro, Andoni Zubizaretta, Josep Guardiola, Luis Enrique, dan Gaizka Mendieta, memang pantas menyandang nama legenda sepak bola Spanyol. Namun, mereka tidak sepenting Raul di masa-masa sulit sepak bola Spanyol atau sebelum sukses di Piala Eropa 2008.
Bersama timnas Spanyol, Raul tidak pernah beruntung. Setelah gagal di babak grup pada Piala Dunia 1998, Raul bersama timnas Spanyol dikalahkan tim juara Perancis pada Piala Eropa 2000, kalah kontroversial dari Korea Selatan di Piala Dunia 2002, gagal di babak grup Piala Eropa 2004, dan tumbang di perempat final Piala Dunia 2006 dari finalis Perancis.
Raul merupakan penanggung beban Spanyol. Setiap La Furia Roja mengalami kegagalan di kompetisi bergengsi seperti Piala Eropa atau Piala Dunia, maka hampir pasti Raul yang akan disalahkan.
Arti penting Raul bersama Madrid juga tidak diragukan lagi. Raul sudah menjadi bagian penting Madrid pada musim 1994, ketika usianya masih 17.
Enam gelar La Liga dan tiga Liga Champions adalah pembuktian betapa pentingnya Raul bagi Real Madrid di era 1990an hingga awal 2000an. Sayang, Raul tidak mendapat perlakuan yang semestinya dari Madrid ketika dilepas Los Blancos pada 2010.
"Raul adalah Madrid, wajah klub ini dalam 25 tahun terakhir. Jika Anda menulis daftar kualitas Raul, maka Anda menulis nilai dari Real Madrid. Dia adalah Alfredo di Stefano kami masa sekarang," ujar Jorge Valdano, pelatih yang memberi Raul debut bersama El Real pada 1994.
Trofi NASL 2015 merupakan gelar terakhir Raul sepanjang 21 tahun kariernya bersama Real Madrid, Schalke 04, Al Sadd dan Cosmos. Total, mantan kapten timnas Spanyol itu tampil di 940 pertandingan dan mencetak 448 gol di level klub. (har/har)