Nakamoto mengatakan, kesalahan Honda bermula dari ketidakpuasan Marquez dan Pedrosa terhadap mesin motor RC213V saat menjalani tes di Valencia, November 2014. Ketika itu keduanya mengklaim mesin RC213V terlalu agresif dan sulit dikontrol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sinilah letak kesalahan terbesar kami musim lalu. Karena seperti yang Anda ketahui suhu di Sepang sangat tinggi dan panas. Biasanya di kondisi seperti ini mesin kehilangan kekuatan, dengan begitu menjadi kurang agresif," ujar Nakamoto seperti dilansir Crash.
Dengan regulasi larangan mengubah desain mesin ketika musim sudah berjalan, Marquez dan Pedrosa mengalami banyak masalah dengan motor. Hal yang sama dialami Cal Cructhlow (LCR) dan Scott Redding (Marc VDS) yang juga menggunakan mesin RC213V.
Repsol Honda kemudian berusaha mengatasi masalah mesin dengan secara tidak langsung, termasuk mengganti desain sistem asupan udara (throttle body) dan pipa exhaust. Selain itu Marquez juga menggunakan sasis motor musim 2014 sejak GP Belanda.
Untuk musim depan, Honda mendapat tantangan lebih banyak menyusul penggunaan unit kontrol elektronik (ECU) yang satu tipe dan perubahan ban dari Bridgestone ke Michelin.
"Kami mengumpulkan banyak dari dari tes Valencia dan kami akan melakukan tes di Jerez akhir bulan ini. Kami tidak memiliki cukup waktu untuk mencoba semua komponen software kami di Valencia pekan lalu," ucap Nakamoto. (har/har)