Fernando Alonso dan Blunder ke McLaren

Bowie Haryanto, CNN Indonesia | Minggu, 29/11/2015 10:54 WIB
Fernando Alonso dan Blunder ke McLaren Fernando Alonso memutuskan hengkang ke McLaren di akhir musim 2014. (Reuters / Olivia Harris)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berstatus sebagai juara dunia Formula One (F1) 2005 dan 2006, Fernando Alonso justru terpuruk di musim pertamanya kembali ke McLaren. Apakah pebalap asal Spanyol itu mengambil keputusan yang salah dengan meninggalkan Ferrari?

Memasuki seri terakhir F1 2015 di GP Abu Dhabi, Minggu (29/11), masih berada di peringkat 17 klasemen pebalap sementara dengan torehan 11 poin. Kalaupun menang di Sirkuit Yas Marina malam nanti, Alonso maksimal hanya akan menempati posisi ke-13 di klasemen akhir dengan 36 poin.

F1 2015 dipastikan menjadi musim terpuruk Alonso sejak melakoni debut di ajang jet darat tersebut pada 2001. Ketika itu Alonso gagal mendapatkan poin ketika memperkuat Minardi dan menempati posisi ke-23 klasemen akhir.


Sejak awal, keputusan Alonso meninggalkan Ferrari untuk bergabung dengan McLaren diklaim sebagai perjudian yang buruk. Pasalnya, McLaren baru saya menggandeng Honda yang sudah tidak menjadi penyuplai mesin di ajang F1 sejak 2008.

Alonso seperti menjadi kelinci percobaan bagi McLaren di musim pertamanya menggunakan mesin Honda. Bahkan pada musim sebelumnya saat masih menggunakan mesin Mercedes, prestasi terbaik McLaren hanya terjadi di seri pembuka, ketika Kevin Magnussen dan Jenson Button merebut podium kedua dan ketiga di GP Australia.

Selebihnya Button dan Magnussen tidak pernah meraih podium. Musim ini, menggunakan mesin Honda, McLaren semakin terpuruk. Posisi tertinggi yang mampu diraih McLaren di F1 2015 adalah ketika Alonso merebut posisi kelima di GP Hungaria.

Bagi juara dunia F1 1997, Jacques Villeneuve, Alonso telah melakukan kesalahan besar dengan meninggalkan Ferrari demi McLaren. Villeneuve percaya pebalap asal Spanyol itu bisa merebut gelar juara dunia bersama Ferrari.

"Meninggalkan Ferrari jelas sebuah kesalahan. Dia masih bisa menghabiskan tiga atau empat tahun bersama Ferrari dan pensiun bersama McLaren jika dia mau. Saya pikir Alonso seharusnya bersaing dalam perebutan gelar juara dunia bersama Ferrari," ujar Villeneuve kepada AS.

Rumor Pensiun

Perjalanan Alonso di musim pertamanya bersama McLaren berjalan sangat buruk, bahkan sebelum musim dimulai. Ketika itu pebalap kelahiran Oviedo tersebut mengalami kecelakaan pada saat tes resmi dan harus absen pada seri pembuka GP Australia.

Dalam perjalanannya, Alonso sempat membuat pihak McLaren berang dengan mengatakan malu dengan mesin Honda. Alonso menyamakan kekuatan mesin F1 Honda sama dengan mesin mobil GP2.

Sejumlah permasalahan yang dialami bersama McLaren musim ini diyakini mantan rekan setim Alonso di Ferrari, Felipe Massa, akan membuat mantan pebalap Renault itu pensiun dari ajang F1.

"Alonso bukan pribadi yang mudah. Dia butuh hasil. Jika musim depan tidak berubah, dia pasti akan berpikir ulang. Saya tidak tahu apa yang akan dilakukannya, mungkin dia akan pensiun," tegas Massa.

Pihak McLaren sendiri melalui CEO Ron Dennis menyatakan akan memberi Alonso waktu vakum satu musim jika pebalap kelahiran 29 Juli 1981 itu tidak siap menjalani F1 2016 bersama McLaren. Namun, usai kualifikasi GP Abu Dhabi, Alonso menampik rumor tersebut.

Keputusan Alonso pindah ke McLaren juga mendapat dukungan dari sejumlah pebalap F1. Salah satunya adalah Carlos Sainz Jr. yang memperkuat Toro Rosso. Sainz yakin Alonso hanya butuh sedikit keberuntungan untuk bisa sukses di McLaren.

"Ada kalanya ketika Anda tidak berada di tempat dan waktu yang tepat. Saya pikir dia hanya tidak beruntung," tegas Sainz.

Hingga kini Alonso belum bisa memastikan masa depannya di McLaren. Namun, dengan kapasitasnya sebagai dua kali juara dunia F1, Alonso dipastikan memiliki kemampuan untuk membuktikan keputusannya hengkang ke McLaren tidak salah.

(har)