"Saya rasa tekanan yang ada saat ini justru terdapat pada tim-tim besar yang tak bisa menampilkan performa seperti yang mereka inginkan."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Ranieri, dengan status tim non unggulan, maka tidak sepantasnya 'The Foxes' mengalami tekanan di momen ketika mereka menguasai klasemen seperti saat ini.
"Tentu saja bodoh jika kami merasa tertekan. Mengapa? Nikmatilah, seluruh dunia sedang membicarakan kalian, dan bermainlah," tutur Ranieri coba menyemangati para pemainnya.
Pada akhir tahun ini, Leicester memang diadang rentetan jadwal berat karena harus menghadapi Liverpool dan Manchester City secara beruntun.
"Kami cukup terus bermain seperti yang telah kami tunjukkan sejauh ini."
"Kami bisa menang dan juga kalah dan itu bukanlah masalah besar. Cepat atau lambat, saya harap tentunya lambat, kami pun akan menelan kekalahan," kata Ranieri yang berhasil memimpin Leicester dengan catatan hanya sekali kalah saat ini.
Leicester saat ini memimpin klasemen dengan nilai 38 angka, unggul dua poin atas Arsenal yang ada di tempat kedua. Catatan ini terbilang fantastis mengingat target Leicester di awal musim hanyalah menghindari zona degradasi.
"Saya sangat bangga dengan para pemain dan suporter klub ini. Sejauh ini kami telah meraih hasil fantastis namun harus terus bekerja keras."
"Leicester tengah bermimpi dan saya tak ingin membangunkan mereka. Saya ingin mereka terus melanjutkan mimpi," ujar mantan pelatih Fiorentina ini. (ptr/ptr)