Ecclestone: Perempuan Tak Akan Dipandang Serius di Ajang F1
Dika Dania Kardi | CNN Indonesia
Senin, 18 Jan 2016 21:16 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Akhir pekan lalu mantan pebalap uji tim balap formula satu (F1) Williams Suzie Wolff meluncurkan kampanye untuk partispasi perempuan.
Ia meluncurkan kampanye dengan tajuk 'Dare to Be Different' guna meningkatkan kepedulian akan peningkatan partisipasi perempuan dalam olahraga balap kendaraan bermotor.
Namun, menanggapi hal tersebut, bos F1 Bernie Ecclestone memiliki pandangan berbeda tentang kehadiran kaum hawa di lintasan balap.
"Jika ada seseorang (perempuan) yang bisa (hadir di lntasan balap F1) mereka tak akan terlalu dipikir serius, jadi mereka sebaiknya tidak mendapatkan sebuah mobil dan ikut berkompetisi," kata Ecclestone seperti dikutip dari The Sports Network.
Satu-satunya pebalap perempuan yang mengikuti balap utama formula adalah Lella Lombardi pada 40 tahun lalu. Lombardi ikut dalam seri Grand Prix di Austria dan berhasil finis di peringkat ke-12.
Sejak saat itu beberapa kali pebalap perempuan hampir berkompetisi di balap jet darat itu. Giovanna Amati pada 1992 tiga kali masuk Grand Prix untuk tim Brabham tetapi gagal lolos kualifikasi. Kemudian Wolff ikut Latihan Bebas 1 (FP1) dalam seri Grand Prix Inggris.
"Ada seorang perempuan yang membalap di GP3 untuk seluruh musim sehingga itu bukanlah sebuah hal yang belum terjadi sebetulnya," kata Ecclestone menanggapi kritik tak ada peluang bagi perempuan terjun dalam balap mobil formula.
Pebalap GP3 yang dimaksud Ecclestone adalah Carmen Jorda. Selama tiga tahun bersama di ajang balap di bawah GP3, Jorda gagal mencetak satu poin pun.
Berikutnya pebalap perempuan lain yang berad adi bawah kompetisi F1 adalah Tatiana Calderon. Warga Kolombia yang baru berusia 22 tahun itu berkompetisi di ajang F3 Eropa dan merupakan satu-satunya perempuan dalam balap yang diikuti 28 mobil itu. (kid)
Ia meluncurkan kampanye dengan tajuk 'Dare to Be Different' guna meningkatkan kepedulian akan peningkatan partisipasi perempuan dalam olahraga balap kendaraan bermotor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu-satunya pebalap perempuan yang mengikuti balap utama formula adalah Lella Lombardi pada 40 tahun lalu. Lombardi ikut dalam seri Grand Prix di Austria dan berhasil finis di peringkat ke-12.
"Ada seorang perempuan yang membalap di GP3 untuk seluruh musim sehingga itu bukanlah sebuah hal yang belum terjadi sebetulnya," kata Ecclestone menanggapi kritik tak ada peluang bagi perempuan terjun dalam balap mobil formula.
Pebalap GP3 yang dimaksud Ecclestone adalah Carmen Jorda. Selama tiga tahun bersama di ajang balap di bawah GP3, Jorda gagal mencetak satu poin pun.
Berikutnya pebalap perempuan lain yang berad adi bawah kompetisi F1 adalah Tatiana Calderon. Warga Kolombia yang baru berusia 22 tahun itu berkompetisi di ajang F3 Eropa dan merupakan satu-satunya perempuan dalam balap yang diikuti 28 mobil itu. (kid)