Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengaku sudah menerima masterplan tersebut sejak Senin (18/1) dari Direktur Utama Sirkuit Sentul, Tinton Soeprapto.
Meski sudah diberikan masterplan Asian Games 2018 sebagai contoh dalam bentuk fisik hingga soft copy, masterplan MotoGP tetap tak luput dari kesalahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Draft perencanaan yang dibuat pengeloa Sirkuit Sentul belum memaparkan beberapa aspek penting secara rinci. Mulai dari jumlah pebalap, siapa saja pihak yang terlibat, kuota penonton, hingga akses lalu-lintas.
Tinton, ucap Gatot, mengatakan masterplan yang akan diserahkan pada batas waktu 30 Januari bukanlah seperti Asian Games, tapi masterplan dengan gambar sirkuit yang akan dipakai untuk MotoGP 2017-2019 mendatang.
"Okelah kalau itu memang diterima pihak Dorna, silakan. Tapi masterplan yang akan diakui pihak Sekretariat Negara itu yang seperti Asian Games," ujar Gatot. (jun)