Sempat di atas angin hingga pertengahan babak kedua lewat gol Adi Nugroho pada menit ke-32, Semen Padang harus menelan kekalahan di final PJS setelah Mitra Kukar membalikkan keadaan lewat gol bunuh diri M. Alhadji menit ke-79 dan Yogi Rahadian menit ke-90.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah prediksi semen padang akan buat satu gol melalui serangan balik. Namun, Alhamdulillah pada akhirnya kami dapat mencetak dua gol," ucap Jafri.
"Bagi saya bukan hanya Yanto, tapi ada Rizky Pellu dan lainnya. Semua. Yanto Basna termasuk pemain yang bertalenta. Saya sudah katakan untuk jadikan ini motivasi," ucap Jafri.
Kompetisi Reguler
Jafri mengaku tidak tahu bagaimana nasib dirinya dan para pemain Mitra Kukar usai memenangi PJS 2015. Mantan pelatih Semen Padang itu berharap adanya kompetisi yang reguler.
"Pelatih dan pemain per turnamen. Ke depan kami belum tahu. Panggung terbaik untuk pelatih dan pemain berkembang adalah kompetisi yang reguler," ujar Jafri.
"Saya orang yang paling takut kehilangan pekerjaan. Jangankan PJS, Piala Camar pun kalau ada yang menawarkan, saya kerjakan," sambungnya.
Sementara itu kiper Mitra Kukar, Shahar Ginanjar, belum bisa memastikan apakah akan ada pawai kemenangan tim di Tenggarong, Kutai Kartanegara.
"Pertandingan berjalan sangat dramatis. Mungkin para pemain ingin kasih kado untuk bos. Baru pertama kali masuk final dan juara. Saya belum tahu ada pawai atau tidak," ucap mantan kiper Persib Bandung tersebut. (har)