"Saya masih ingin fokus main bola. Mungkin dari bola nantinya bisa bikin usaha masa depan saya. Kalau kuliah masih kurang niat, paling banter ingin jadi guru olahraga saja," kata Yogi saat berbincang dengan CNNIndonesia di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (25/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak usah pusing-pusing seperti belajar matematika. Lagipula saya sudah paham olahraga dari sepak bola," ucap Yogi.
Nama Yogi kini mulai mencuri perhatian para pencinta sepak bola nasional. Pemain binaan SAD Uruguay itu bahkan disebut-sebut sebagai bintang masa depan Indonesia setelah tampil gemilang pada final Piala Jenderal Soedirman (PJS), Minggu (24/1).
Yogi sukses menjadi penentu kemenangan Naga Mekes seusai mencetak gol pamungkas ke gawang Semen Padang di pengujung laga. Skor 2-1 untuk Mitra Kukar tak lagi bisa dikerjar Kabau Sirah pada tambahan waktu berkisar lima menit.
"Kalau orang bilang rising star, itu bonus sampingan. Yang penting saya fokus dan tidak besar kepala, sekarang ini baru awalnya saja," ujar pemain yang mengidolakan Eden Hazard dan Bima Sakti tersebut.
Setelah tiga tahun bersama Mitra, Yogi berencana untuk membuka peluang untuk berkarier di luar negeri. "Sejauh ini masih nyaman bersama Mitra, tapi kalau ada tawaran keluar negeri bakal saya ambil," ujarnya. (jun/jun)