Salah satunya, pemain andalan "The Foxes", Jamie Vardy, striker tercepat di Liga Primer Inggris, disebut-sebut meningkatkan kemampuannya dengan terapi tersebut.
Namun, terapi yang dikenal pula dengan sebutan sauna nitrogen ini tentu bukan hal baru di dunia olahraga, termasuk di sepak bola dan rugbi. Tepatnya pada awal 2000-an, terapi yang memanfaatkan paparan hawa nitrogen cair itu sudah diperkenalkan di klub-klub liga Eropa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya cryotherapy berupa spa nitrogen dengan merendam pasien atau atlet ke dalam sebuah tabung yang dipaparkan uap nitrogen, dalam suhu di bawah minus 100 derajat Celsius. Ada pula cryotherapy berupa es nitrogen yang diarahkan kepada otot atau kulit cedera.
Cryotherapy banyak dimanfaatkan klub-klub maupun atlet-atlet dunia karena manfaatnya untuk memulihkan jaringan otot dengan cepat akibat kelelahan atau cedera.
Bahkan, pada 2013 silam, salah satu pesepak bola top dunia, Cristiano Ronaldo, pernah membeli sendiri ruang cryotherapy khusus untuk pemulihan dan meningkatkan performa dirinya di lapangan.
Dengan merogoh kocek 45 ribu Euro (setara Rp 678 juta) saat itu, ia membeli dan memasang ruang cryotherapy di dalam kediaman mewahnya, La Finca, seperti dirilis koran Spanyol, El Mundo.
Untuk metode sauna cryotherapy, para pemain memasuki tabung yang dilengkapi perlengkapan berisi nitrogen cair yang diatur dengan suhu minus 60 derajad Celcius selama 30 detik. Setelah itu, masuk ke ruangan dengan suhu minus 135 derajat Celsius selama dua menit. (bac)