Namun, Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, menyambut biasa saja janji pemerintah untuk mengkaji apakah sanksi dicabut atau tidak. "(Keputusan itu) biasa-biasa saja," ujar La Nyalla melalui pesan singkatnya kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain tidak mengakui PSSI, pembekuan itu juga menjadikan setiap keputusan maupun kebijakan yang dihasilkan oleh PSSI termasuk Keputusan hasil Kongres Tahunan dan Kongres Luar Biasa tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, tidak sah dan batal demi hukum. Efek itu berlaku bagi organisasi, Pemerintah di tingkat pusat dan daerah maupun pihak-pihak lain yang terkait.
Padahal, sebelumnya Imam sudah mengirimkan tiga kali surat teguran, dengan peringatan ketiga dikeluarkan pada 16 April 2015. Hingga tenggat yang telah ditentukan yaitu pada 18 April 2015 pukul 18.40 WIB, PSSI tidak memberikan jawaban.
Pembekuan itu pula yang menyebabkan FIFA memberikan sanksi kepada sepak bola Indonesia pada 30 Mei 2015. FIFA memberikan sanksi untuk Indonesia yaitu larangan bertanding di turnamen internasional dan juga larangan mendapatkan bantuan dari FIFA dan dari Konfederasi Sepak Bola Asia. Bantuan yang disetop itu antara lain, dana bantuan, program, atau kursus, hingga syarat-syarat yang diberikan oleh FIFA dituruti.
Status sanksi Indonesia di tangan FIFA baru akan ditentukan pada Kongres Tahunan FIFA di Meksiko pada 12-13 Mei mendatang. (bac)