Mantan pemain Al Najma itu memang tak lantas menjadi pemain pilar di barisan pertahanan Singo Edan di Piala Gubernur Kaltim. Namun, ia kerap mendapatkan porsi bermain hampir si semua laga yang dilakoni Arema.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menuai pujian, Ryuji juga tak luput dari kritik. Penampilan mantan pemain Mitra Kukar itu dianggap kurang maksimal saat diturunkan di tim inti Arema saat meghadapi Sriwijaya FC di perebutan peringkat ketiga PGK.
"Saya sangat menikmati karier baru di Arema. Segala pujian maupun kritikan adalah pembelajaran berharga buat saya," kata Ryuji yang dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (14/3).
Mantan pemain timnas Indonesia U-19 itu selalu menghormati keputusan pelatih soal porsi bermain yang diperoleh. Bagi Ryuji, segala keputusan yang diambil sesuai dengan kebutuhan tim.
"Saya selalu menghormati keputusan pelatih. Segala rotasi yang dilakukan pasti sesuai dengan kebutuhan, jadi saya enjoy saja dan tetap berjuang keras," ujarnya.
Tak Canggung
Meski berusia muda, Ryuji mengaku tak canggung bermain dengan tim sebesar Arema. Pengalamannya bertualang ke klub luar negeri bersama Al Najma menjadi modal untuk berani bersaing dengan pemain senior di Malang.
Keberadaan sang idola, Hamka Hamzah, juga menjadi penyuntik semangat Ryuji untuk menembus tim utama. Selain itu, mantan bek Mitra Kukar itu mendapat dukungan dari dua pemain muda Arema, Junda Irawan dan Antony Putro Nugroho.
Kedua pemain tersebut merupakan sahabat Ryuji dan pernah tergabung bersama di SAD Uruguay. "Rasa canggung sudah tidak ada karena ada beberapa pemain muda yang saya kenal. Pemain senior juga tidak segan kasih masukan ke saya, dan dukungan suporter fanatik (Aremania) sangat menyenangkan," ujarnya. (jun)