Menuju Persaingan Rosberg-Hamilton Jilid III

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Kamis, 17/03/2016 09:32 WIB
Bos Mercedes Toto Wolff menilai timnya bisa mengatasi persaingan Nico Rosberg dan Lewis Hamilton jadi sehat bagi timnya. Itu berkaca pengalaman dua musim. Lewis Hamilton (kiri) dan Nico Rosberg (kanan) saat memperkenalkan mobil balap Mercedes untuk musim 2016, W07, di Montmelo, Spanyol, 22 Februari 2016. (REUTERS/Sergio Perez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua musim berturut-turut persaingan juara dunia Formula One (F1) hanya terbatas di dalam tim Mercedes. Pebalap asal Inggris Lewis Hamilton dan pebalap asal Jerman Nico Rosberg saling adu kecepatan dengan mobil yang sama di tim Mercedes untuk memburu titel juara dunia.

Persaingan dua pebalap dalam satu tim itu pun memercik memori penggemar F1 akan persaingan satu tim dalam McLaren pada 1988 antara Ayrton Senna dan Alain Prost.

Menurut mantan juara dunia F1, Damon Hill, kemenangan Rosberg di tiga seri terakhir musim lalu telah membuat hasratnya untuk hasil positif musim ini lebih besar. Namun, lanjut pria berusia 55 tahun tersebut, Rosberg harus mampu memuncaki podium di Melbourne agar mampu membalikkan persaingan dengan Hamilton.
Sebaliknya, andai Hamilton yang merebut hasil lebih baik di Australia pekan ini, Hill percaya Rosberg akan kembali mengulang kisah dua musim sebelumnya.


"Nico akan menderita, dan mungkin dia tidak bisa membalikkan [posisi] sepanjang musim. Setiap orang akan mengatakan, 'hal sama yang mereka dapatkan sebelum juara dikunci tahun lalu'," ujar Hill yang menjadi juara dunia F1 pada 1996 silam.

Kala itu Hill tak tersusul sehingga menjadi juara dunia setelah berhasil memuncaki podium pada tiga seri pertama.
Persaingan Nico Rosberg dan Lewis Hamilton sempat memanas musim lalu. (Ker Robertson/Getty Images)

Bos Mercedes Toto Wolff pada Jumat (11/12) pekan lalu mengatakan pihaknya memberi kebebasan kepada Rosberg dan Hamilton untuk membalap.

Dalam jumpa pers pramusim di Stuttgart Wolff mengatakan pengalaman di musim 2014 dan 2015 membuat mereka optimis menghadapi persaingan musim ini, terutama di antara dua pebalapnya.

"Tetapi....kami mencoba kembali menempatkan kerangka tentang itu. Terkadang itu berfungsi, terkadang tidak," ujar Wolff. "Kami menarik beberapa pelajaran penting dan kami mengembangkannya dalam organiasasi. Dengan Nico dan Lewis, kami telah bersama selama beberapa tahun. Ini berfungsi dengan baik."

Wolff pun meragukan atmosfer persaingan dua pebalapnya akan lebih berbeda dengan dua musim sebelumnya. Ia juga yakin, dua pebalapnya akan bersaing ketat kembali untuk merebut gelar juara dunia.

Musim lalu dua pebalap itu memenangkan 16 grand prix, kecuali tiga seri yang direbut pebalap Ferrari Sebastian Vettel.

Kembali kepada Hill, mantan pebalap asal Inggris itu meminta Hamilton dan Rosberg untuk mewaspadai Vettel. Sejak pindah ke Ferrari dari Red Bull pada musim lalu juara dunia empat kali itu mulai mendapatkan kembali performanya.

Vettel mengakhiri musim lalu di peringkat ketiga, dan berhasil merebut podium pertama sebanyak tiga kali. Ambisi Vettel dan Ferrari untuk merebut kembali titel juara dunia pun terlihat dalam tes pramusim di Katalonia.

Vettel dan rekannya di Ferrari, Kimi Raikkonen menunjukkan kemampuan memaksimalkan kecepatan mobil SF16-H sehingga menjadi yang tercepat. Walaupun begitu, Mercedes mencengangkan para pemerhati F1 karena selama tes pramusim tersebut tim pabrikan Jerman tersebut melalap jumlah lap dua kali dibanding 10 tim lainnya.

(kid)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK