Menggunakan mesin Mercedes PU106B Hybrid, duo pebalap Lewis Hamilton dan Nico Rosberg tidak terbendung penampilannya. Praktis hanya pebalap Ferrari, Sebastian Vettel, menjadi pebalap di luar Hamilton dan Rosberg yang berhasil meraih kemenangan musim lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu berkaca dari impresifnya penampilan Vettel pada tes resmi di Barcelona. Setelah menjadi yang tercepat pada tes pertama di Barcelona dengan catatan waktu 1 menit 22,810 detik, Vettel kembali menguasai tes kedua di Sirkuit Katalonia dengan 1 menit 22,852 detik.
Perubahan paling signifikan yang dilakukan Ferrari adalah, mengubah desain mobil menjadi lebih aerodinamis dan perubahan tata letak unit daya.
Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah perubahan signifikan yang dilakukan Ferrari mampu mengalahkan Mercedes yang memiliki mobil lebih stabil?
Mercedes hanya melakukan perubahan kecil di mobil F1 W07, salah satunya adalah mengubah desain sayap depan dengan pola bergerigi di bagian sisi dalam. Sedangkan untuk sayap belakang, Mercedes memiliki desain sayap baru, seperti yang digunakan McLaren di GP Jerman 2014.
Perubahan desain sayap itu diharapkan Mercedes bisa membuat mobil F1 W07 lebih aerodinamis, meningkatkan efisiensi dengan mengurangi pemisahan aliran udara.
Misteri Honda
Setelah musim yang suram, McLaren diprediksi memiliki masa depan yang lebih cerah musim ini dengan mobil MP4-31. Total Fernando Alonso dan Jenson Button menghabiskan 780 lap sepanjang tes dua pekan di Barcelona. Jumlah itu jauh lebih banyak daripada yang dilakukan McLaren di tes 2015.
Button mencatatkan waktu terbaik 1 menit 24,714 detik dan menjadi pebalap tercepat kedelapan, sementara Alonso memiliki catatan waktu terbaik 1 menit 24,735 detik. Catatan itu membuat McLaren lebih cepat dari seluruh mobil Renault.
Namun, Honda masih jauh di belakang Ferrari dan Mercedes. Catatan waktu McLaren kalah hingga dua detik dari kedua tim unggulan tersebut. Sky Sports mengklaim, di jalur lurus MP4-31 kalah hingga 20 kilometer per jam dari Ferrari dan Mercedes.
Sementara Renault masih kesulitan menemukan performa terbaiknya seperti era Sebastian Vettel dan Mark Webber. Renault F1 dan Red Bull Racing yang menggunakan mesin Renault RE16, masih kesulitan bersaing di tes resmi.
Tes resmi menunjukkan Renault memiliki paket yang jauh lebih kuat, dan sasis terlihat jauh lebih meyakinkan daripada musim lalu. Semuanya tergantung pada bagaimana unit daya berkembang sepanjang musim. (har)