Salah Strategi Ban, Rekan Rio Haryanto Finis Paling Belakang

Vetriciawizach, CNN Indonesia | Senin, 21/03/2016 10:36 WIB
Pascal Wehrlein sempat menyodok ke posisi-13 namun kemudian finis paling akhir karena bannya semakin aus di akhir balapan. Pascal Wehrlein (kiri) menyelesaikan balapan di urutan ke-16. (Dok. Manor Grand Prix Racing Ltd)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rekan setim Rio Haryanto, Pascal Wehrlein, mengaku bahwa kesalahan dalam mengganti ban dan juga balapan yang sempat dihentikan karena kecelakaan Fernando Alonso membuatnya tercecer ke posisi paling belakang.

Pebalap 21 tahun asal Jerman itu sebenarnya memulai balapan dengan bagus, sempat menyodok ke posisi 13 dan bersaing dengan Sauber. Tapi Wehrlein lalu masuk pitstop yang membuatnya 'jatuh' ke posisi 17.

Belum sempat mengejar para pesaingnya, balapan kemudian dihentikan karena mobil Alonso menyenggol mobil Esteban Guttierez (Haas Racing) dan terjadi kecelakaan parah.


Terjadi jeda 20 menit sebelum balapan dimulai kembali dan periode waktu itu dimanfaatkan banyak tim untuk melakukan pergantian ban -- termasuk di antaranya Nico Rosberg yang kemudian keluar menjadi juara.
Setelah start ulang, Wehrlein juga tak mampu mengejar para pesaingnya dan ia finis di urutan terakhir yaitu di posisi ke-16. Sebagai catatan, enam pebalap lain tak bisa menyelesaikan balapan (DNF/Did Not Finish).

"Saya sangat kuat di paruh pertama balapan, dan saya coba mendorong laju dengan menggunakan ban bertipe super-lunak. Sangat menyenangkan bisa berada di posisi ke-13 dan bersaing dengan Sauber," kata Wehrlein dalam rilis resmi Manor Racing.

"Semua berubah setelah pitsop pertama saya, yang terjadi sebelum bendera merah. Rencana kami semula adalah sebentar saja menggunakan ban super-lunak, sehingga kami harus mengganti ban ke kompon lunak hanya sesaat sebelum kecelakaan."

"Setelahnya, semua pebalap mulai unggul dari saya karena ban kami aus dan kami tidak bisa melakukan apapun."
Wehrlein kemudian menceritakan bahwa ia mengalami masalah kedua jelang balapan berakhir, yaitu masalah sistem pengereman. Tapi, menurutnya, hal-hal itu akan menjadi pembelajaran untuk meningkatkan diri di balapan selanjutnya.

Hal senada juga dikatakan Direktur Balapan Manor Racing, Dave Ryan, yang mengakui bahwa mereka harus segera memahami strategi penggunaan ban.

"Kami kesulitan dengan ban kami dan ini menjadi faktor yang mempengaruhi Pascal di paruh kedua balapan," kata Ryan.

"Pebalap kami harus diberikan pujian. Mereka bisa berbangga diri dengan pekerjaan yang mereka lakukan hari ini, terutama karena mereka memikul banyak beban di pundak muda mereka."

Balapan seri kedua akan berlangsung di Bahrain pada 3 April nanti.

(vws)




BACA JUGA