Cheppy menilai tak ada perbedaan yang signifikan setelah lewat setahun induk sepak bola Indonesia tersebut dibekukan oleh Kemenpora, dalam upaya membentuk tata kelola sepak bola yang baik.
"Menurut saya yang paling elementer sekali adalah banyak hal-hal yang kemudian mereka tidak mau melakukan perubahan," kata Cheppy kepada para wartawan di Kemenpora (18/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jikalau mendatang Indonesia ingin benar-benar melaksanakan reformasi sepak bola nasional secara menyeluruh, Cheppy berpendapat, mentalitas orang-orang yang ada di federasi harus diganti.
"Dan, AFC Licencing serta Undang-Undang Republik Indonesia harus dipenuhi/ditaati," ucapnya.
PSSI dibekukan oleh Menpora pada 17 April 2015 lalu. Pembekuan itu pula yang menyebabkan FIFA memberikan sanksi kepada sepak bola Indonesia pada 30 Mei 2015.
Status sanksi Indonesia di tangan FIFA sendiri baru akan ditentukan pada Kongres Tahunan FIFA di Meksiko pada 12-13 Mei mendatang. (bac)