Namun untuk mewujudkan hal itu, PT GTS tetap diminta melengkapi syarat-syarat verifikasi. Hingga kini pihak BOPI dan Tim Transisi bentukan Kemenpora belum juga memberikan rekomendasi bergulirnya kompetisi ISC A.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Noor mengatakan BOPI tidak akan serta merta mengeluarkan rekomendasi selama PT GTS belum mendapatkan restu dari Tim Transisi Sepak Bola Indonesia yang diklaim pihak Kemenpora sebagai acting PSSI saat ini. Noor menganggap PT GTS hingga saat ini belum menghormati etika hukum olahraga, khususnya sepak bola.
"Sudah waktunya semua harus berjalan sesuai hukum yang berlaku. Baik hukum sepak bola (FIFA/AFC) maupun hukum negara. Kita sudah mengorbankan diri disanksi FIFA hampir satu tahun, jadi naif kalau semua mundur lagi ke belakang," ucap Noor.
Sebelumnya juru bicara Kemenpora yang turut hadir dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Gatot S. Dewa Broto, mengatakan Menpora Imam Nahrawi nantinya akan memberikan disposisi ke BOPI dan Tim Transisi terkait pemberian rekomendasi.
Perwakilan PT GTS sendiri sempat melakukan pertemuan dengan BOPI dan Tim Transisi di Kantor Kemenpora sebelum hadir di Istana Kepresidenan. Dalam pertemuan BOPI dan Tim Transisi belum puas dengan pemaparan PT GTS dan mempersoalkan legal standing sang operator.
"Kami serahkan semuanya pada Pak Menteri. (Tapi) kita semua harus optimistis," ujar Direktur Utama PT GTS Joko Driyono yang turut hadir dalam pertemuan bersama Jokowi sebagai fasilitator sejumlah klub. (har)