PSSI: Yang Diinginkan FIFA Bukan Keputusan MA

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Senin, 18/04/2016 20:32 WIB
PSSI: Yang Diinginkan FIFA Bukan Keputusan MA Sekjen PSSI, Azwan Karim berharap pemerintah bisa membuka kembali kerja sama dengan PSSI. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat P.H.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen PSSI, Azwan Karim, menanti dapat segera bekerja sama dengan pemerintah untuk sama-sama membangun sepak bola Indonesia.

Kepada para wartawan, Azwan mengharapkan agar Surat Keputusan Pembekuan terhadap PSSI segera dicabut supaya kegiatan sepak bola ini bisa dijalankan kembali sesuai dengan mandat FIFA.

"Kalau kami memberikan itu kepada orang lain, sama saja kita tidak mau menjadi anggota FIFA dan kita tidak bisa bertanding dengan tim-tim lain di luar secara internasional. Kalau mau jadi jagoan kandang ya silakan saja, tapi saya kira bukan itu yang kita mau," tukas Azwan Azwan di kantor PSSI, Senin sore (18/4).


"Jadi sama-sama, saya kira pembekuan ini dapat segera dicabut dan pemerintah dapat segera bekerja sama dengan PSSI untuk mengembangkan sepak bola seperti yang sudah dibicarakan beberapa kali oleh Pak Menpora (Imam Nahrawi) dan Pak Presiden (Joko Widodo) juga."

Azwan pun yakin, pemerintah memiliki visi dan misi yang sama dengan PSSI. "Intinya cuma satu, mencabut intervensi. Walaupun setelah menang di pengadilan kemarin sebenarnya otomatis pembekuan ini sudah tidak ada, tapi mereka (pemerintah) masih intervensi dengan tidak memberikan izin dan seterusnya," ucapnya.

"Itu masih dilihat FIFA sebagai bentuk intervensi dan FIFA tidak bisa mencabut penangguhan terhadap Indonesia."

Lebih lanjut, Azwan mengaku selama pembekuan ini PSSI sudah melakukan langkah nyata untuk memulihkan kondisi persepakbolaan nasional. "Kami sudah mencoba berkomunikasi kepada institusi terkait seperti Kepolisian maupun Kemenpora. Kami sudah coba melakukan komunikasi formal," tuturnya.

"Tapi sampai sekarang belum mendapatkan respons terkait kompetisi Indonesian Super League."

Terkait sikap Kemenpora, menurut Azwan, pemerintah menginginkan sesuatu hal yang tidak bisa dipenuhi PSSI. "Mereka menginginkan seluruh anggota Exco hadir termasuk Ketua Umum (PSSI, La Nyalla Mattalitti). Kita tahu sendiri Ketua Umum juga sekarang sedang berada di luar negeri yang kami juga tidak tahu keberadaannya sekarang di mana," kata Azwan.

La Nyalla saat ini sedang menjalani proses hukum terkait kasus korupsi dana hibah Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Timur yang menjerat dirinya. Secara organisasi, Azwan menerangkan pendelegasian PSSI sudah otomatis ada di Wakil Ketua Umum. (bac)