Pengawasn ketat itu sebagai respons FIFA atas kasus kekerasan, perbudakan, hingga korban meninggal dalam pembangunan stadion di Qatar. Negara tersebut sudah 'menumbalkan' banyak pekerja yang meninggal.
Kondisi mereka pun cukup prihatin karena mengalami eksploitasi yang dianggap tidak manusiawi. "Untuk itu, kami tak hanya bisa tinggal duduk dan menunggu," ungkapnya seperti dikutip BBC Sports.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Infantino mengatakan, pembentukan komite pengawasn tersebut akan dipersiapkan secepatnya. Ia juga mengaku bahwa otoritas tertinggi di Qatar menyambut baik usulan tersebut.
"Saya menjelaskan bahwa sangat penting bahwa otoritas Qatar memastikan bahwa negara itu mematuhi standar internasional dalam memperlakukan para pekerja dan melanjutkan penyelesaian pembangunan sesuai tenggat."
Upaya FIFA ini pun disambut para aktivis pekerja dan buruh migran di negara tersebut. Salah satunya adalah Ketua Amnesti Internasional Hak Asasi Buruh Migran, Mustafa Qadri.
"Akhirnya, FIFA tersadar dari fakta bahwa jika tidak ada tindakan, Piala Dunia 2022 akan dibangun dari darah, keringat dan air mata para buruh migran," ucap Qadri (bac)