Bahkan, Juventus menorehkan rekor yang belum pernah tercipta sebelumnya: menjadi juara setelah kalah empat kali di 10 pertandingan pertama.
Di awal-awal musim, tim yang dijuluki Si Nyonya Tua ini memang kerap terganjal. Di tiga laga pertama, mereka hanya mampu mendapatkan satu poin dari satu kali hasil imbang dan akhirnya berada di posisi ke-15 klasemen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun setelah menjalani 11 pekan mimpi buruk itu Juventus mulai bangkit. Mereka mulai mengoleksi kemenangan dan di pekan ke-18 pun telah berada di zona empat besar, menguntit Napoli, Inter Milan, dan Fiorentina.
Rentetan kemenangan itu membuat Juventus juga menorehkan catatan manis lainnya, menjadi tim pertama dalam satu dekade terakhir yang menjadi juara Liga Italia meski tak di puncak klasemen saat paruh musim.
Salah satu kunci kesuksesan Juventus adalah lini pertahanan mereka yang nyaris sempurna dan juga kehadiran sang manusia super di bawah mistar gawang, Gianluigi Buffon.
Di 11 pekan pertama, Juventus hanya mencatatkan dua kali cleansheet yaitu ketika ditahan imbang Inter Milan 0-0 dan juga saat meraup kemenangan 2-0 atas Atalanta.
Namun di 25 pekan selanjutnya Leonardo Bonucci sukses merebut 18 kali cleansheet.
Kuatnya lini pertahanan Juventus lebih mengerikan lagi di markas mereka di Stadion Juventus. Dari 12 pertandingan kandang mereka setelah ditekuk Sassuolo, gawang Buffon hanya dijebol dua kali yaitu saat menang 2-1 atas Torino dan meanng 3-1 atas Fiorentina.
(vws)