Pedrosa Anggap Kemenangan Rossi Membosankan

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Rabu, 27/04/2016 09:59 WIB
Dani Pedrosa menganggap kemenangan Valentino Rossi di GP Spanyol membosankan. Pedrosa menyalahkan pihak MotoGP dan Michelin sebagai penyedia ban musim ini. Dani Pedrosa masih berada di peringkat empat klasemen MotoGP 2016 dengan torehan 40 poin. (REUTERS/Issei Kato)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, menganggap kemenangan Valentino Rossi di GP Spanyol, Minggu (24/4), membosankan. Pedrosa menyalahkan pihak penyelenggara MotoGP dan Michelin sebagai penyedia ban musim ini.

Rossi meraih kemenangan dominan di GP Spanyol dengan unggul sejak start hingga finis, terlepas dari saat disalip sekitar dua detik oleh rekan setimnya di Movistar Yamaha Jorge Lorenzo di lap kedua.

Pedrosa yang finis di posisi keempat pada balapan di Sirkuit Jerez dengan tertinggal 10,351 detik, menganggap kemenangan Rossi membosankan. Pasalnya, tidak ada salip-menyalip di posisi enam besar setelah lap kelima.


"Saya tidak menyaksikan ulang jalannya balapan, tapi saya pikir cukup membosankan, bukan begitu? Kecepatan balapan dan catatan waktu menurun (31 detik lebih lambat daripada musim 2015)," ujar Pedrosa seperti dilansir Motorsport.com.

Pedrosa mengatakan dominannya penampilan Rossi dan menurunnya kecepatan di GP Spanyol karena masalah ban. Pebalap 30 tahun itu merasa seperti balapan menggunakan ban basah karena sering tergelincir.

Namun, Pedrosa tidak hanya menyalahkan Michelin. Runner-up MotoGP 2007, 2010, dan 2012 itu juga menyalahkan pihak Dorna sebagai penyelenggara dan Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) yang membuat regulasi kejuaraan.

"Saya pikir pihak penyelenggara dan pabrik ban harus menemukan sejumlah ide, karena menurut saya masalahnya bukan dari sepeda motor, dari Ducati, Yamaha, atau Honda," ucap Pedrosa.

"Regulasi terlalu ketat, tes dibatasi dan pengembangan mesin tertutup. Seharusnya lebih fleksibel, kami harus membuat sejumlah perubahan. Pihak MotoGP harus melakukan sesuatu, karena saya pikir ini tidak menarik."

Pedrosa juga mengungkapkan rasa frustrasi dengan keputusan Michelin yang mengganti kompon ban belakang di GP Argentina menyusul insiden ban meletus yang dialami pebalap Pramac, Scott Redding. Keputusan itu mengganggu kinerja Repsol Honda dalam mengembangkan motor RC213V.

"Kami sedang bekerja keras meningkatkan performa dengan ban baru ini, tapi jika suatu hari Micheli mengubahnya lagi, maka semua kerja keras kami menjadi sia-sia," ujar Pedrosa.

"Jika kami sedang membangun alat baru, seperti contohnya swing-arm baru, dan tiba-tiba mereka memperkenalkan baru, maka kami harus membuang semua hasil kerja keras," sambungnya.

Dari empat seri yang sudah dijalani di MotoGP 2016, Pedrosa baru mampu meraih satu podium di GP Argentina. Pebalap asal Spanyol itu saat ini berada di peringkat empat klasemen sementara dengan torehan 40 poin. (har)