Menurut Simeone, timnya bisa saja tak selamat dari bombardir tuan rumah dan tak lolos ke final.
Namun, pelatih berusia 46 tahun ini menungkapkan sejumlah momen krusial yang menjadi faktor penentu timnya bisa lolos. Salah satu yang amat membantu timnya, menurutnya, kegagalan penalti Thomas Mueller pada babak pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, kegagalan penalti Fernando Torres pada menit ke-84 juga disebutnya sebagai faktor krusial bagi timnya. "Lalu, itu akan banyak membahayakn mereka jika Torres mampu mencetak gol penalti," ujar pelatih asal Argentina itu.
Di babak pertama, Simeone mengakui kualitas luar biasa dari permainan Munich yang bermain menekan dengan intensitas tinggi. "Babak pertama sangat fantastis dan kami tak bisa berbuat banyak dengan situasi yang mereka (Munich) ciptakan)," ungkapnya.
"Di babak kedua, permainan tak sama lagi. Kami mulai bisa melakukan serangan balik, mencetak gol dan nyaris membuat gol lagi."
Baru kali ini Simeone menyebut melakoni laga yang amat spektakuler dan sangat sulit. "Kami telah menaklukkan dua dari tiga tim terbaik di dunia (Barcelona dan Munich), begitu keteteran," tutur mantan pelatih Inter Milan itu.
"Beruntung kami memiliki hasil bagus (menang 1-0) di Vicente Calderon. Itu memberi keuntungan pada dua laga semifinal." (bac)