Keputusan itu diambil pihak Red Bull setelah Kvyat melakukan dua kali kesalahan di GP China dan GP Rusia hingga membuat Vettel marah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pada GP Rusia, Kvyat yang menggantikan posisi Vettel di Red Bull mulai musim 2015 menabrak pebalap asal Jerman itu di lap pertama hingga gagal melanjutkan balapan.
“Saya pikir ini tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi di dua balapan terakhir. Tapi, pastinya keputusan ini tidak menyenangkan bagi Kvyat,” ujar Vettel.
“Hubungan saya dengan Kvyat tetap baik. Dia orang baik, tapi tentunya situasi ini tidak mudah baginya,” sambung juara dunia F1 empat kali tersebut.
Tanda-tanda terdemosinya Kvyat sudah muncul sejak di GP Rusia. Ketika itu Helmut Marko yang merupakan penasihat sekaligus kepala pengembangan pebalap Red Bull serta Toro Rosso, mengatakan pihaknya harus mengambil tindakan.
“Kami harus melakukan pembicaraan serius dengan Kvyat, dan Vettel benar,” tegas Marko. (har)