"Secara de facto, PSSI baru kembali aktif setelah sanksi dicabut Kemenpora dan diikuti pelepasan suspensi dari FIFA. Tapi, secepat mungkin akan berkomunikasi dengan para anggota kami," ujar Hinca di Kantor PSSI, Jakarta, Senin (16/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam waktu dekat kami akan agendakan pertemuan dengan para anggota PSSI. Nanti akan kita lihat hasilnya seperti apa," tegas Hinca.
Status La Nyalla sebagai tersangka berbagai kasus dugaan korupsi dianggap melanggar kode etik PSSI khususnya di pasal 3 ayat 1, 2, dan 3 yang berisi tentang prinsip dasar dari integritas pengurus PSSI.
"Kami kelompok 85 menyatakan permohonan KLB karena sejak KLB lalu hingga sekarang pengurus PSSI tak dapat menjalankan fungsi dan tugasnya serta terbukti gagal melaksanakan kewajiban organisasi," kata Umuh Muchtar, manajer Persib Bandung yang ikut mewakili Kelompok 85 bersama dengan CEO Bali United Yabes Tanuri.
Umuh mempertanyakan integritas dan independensi dari PSSI sebagai sebuah organisasi yang memiliki harkat dan martabat sehingga perlu dilakukan tindakan penyelamatan terhadap kepengurusan otoritas sepak bola Indonesia itu.
Merujuk Pasal 30 ayat 2 statuta PSSI, para anggota sekaligus delegasi Kongres PSSI berhak meminta dilakukannya KLB dengan agenda pemilihan komite eksekutif PSSI (Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Anggota Komite Eksekutif).
Sementara itu Menpora Imam Nahrawi menegaskan tidak mau ikut campur dalam KLB. Namun, ia berharap pengurus PSSI tidak lagi didominasi para politisi.
Seperti diketahui, La Nyalla pernah menyatakan mundur sejenak dari kepengurusan PSSI karena terlibat di tim pemenangan salah satu calon Presiden dan Wakil Presiden RI kala itu. Sementara Hinca saat ini merangkap jabatan sebagai Sekjen Partai Demokrat.
(har)