Lalu bagaimana pandangan Ahsan tentang hal tersebut dan persiapan mereka menuju Olimpiade? Berikut wawancara Ahsan dengan CNNIndonesia.com:
Bagaimana komentar anda usai performa buruk di Indonesia Super Series Premier dan Australia Super Series?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siapa yang bakal jadi lawan berat di Olimpiade nanti?
Banyak lawan berat di Olimpiade dan hal itu sudah terlihat di turnamen-turnamen super series yang kami mainkan. Kami tak boleh lengah pada siapapun lawan yang kami hadapi dan tidak terpaku pada lawan-lawan yang selama ini dianggap lawan berat saja.
Anda sudah pernah bermain di Olimpiade. Apa perbedaan Olimpiade dengan turnamen lainnya, termasuk Kejuaraan Dunia?
Olimpiade menawarkan sesuatu atmosfer yang berbeda dibandingkan turnamen lainnya. Setiap pemain pasti bakal bermain lebih semangat di Olimpiade.
Itu karena Olimpiade berlangsung empat tahun sekali sehingga begitu gagal, butuh waktu empat tahun untuk mendapat kesempatan berikutnya. Beda halnya dengan kejuaraan lain, termasuk kejuaraan dunia yang dilangsungkan setahun sekali.
Sejauh mana format round robin di Olimpiade memengaruhi peta persaingan?
Kami pun sudah bermain dengan format seperti ini di BWF Final Super Series. Dengan format round robin, masih terbuka peluang untuk lolos meskipun kalah di laga awal. Sebaliknya kami pun harus waspada walaupun bisa menang di laga awal karena hal itu belum menjamin kepastian lolos ke babak berikutnya.
Sampai kapan anda akan bermain? Mungkinkah hingga Olimpiade 2020?
Olimpiade 2020 terlalu jauh untuk dibicarakan. Saat ini fokus saya terlebih dulu untuk Olimpiade. Selepas Olimpiade barulah dibicarakan bagaimana kelanjutan karier saya. (ptr)